Sabtu, 04 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • BPN Prabowo-Sandi Persoalkan 31 Kepala Daerah Dukung Jokowi

Politik

BPN Prabowo-Sandi Persoalkan 31 Kepala Daerah Dukung Jokowi

Selasa, 29 Jan 2019 09:04
Detik.com
JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mempersoalkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan 31 bupati/wali kota yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf. Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyebut selama kepala daerah yang mendukung Jokowi tidak pernah diproses hukum.

"Bukan cuma di Jawa Tengah tapi dimana-mana kepala daerah mendukung Pak Jokowi di kampung saya saja ada 12 kepala daerah yang mendukung Pak Jokowi di Sumatera Barat. Aman-aman saja (tidak diproses hukum)," ucap Andre kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

"Di berbagai daerah banyak yang deklarasi, bahkan di Istana kepala daerah yang baru dilantik masih pakai baju pelantikan, mereka aman-aman saja," imbuh dia.

Ganjar mengundang 31 kepala daerah dari PDIP dan partai koalisi di Hotel Alila, Solo, Sabtu (26/1). Dari 31 daerah, empat di antaranya berhalangan hadir.

"Sebagai kader partai, kami siap memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mutlak," kata Ganjar dalam dalam jumpa pers usai rapat.

Kembali kepada Andre, Politisi Gerindra itu menyebut belum pernah menemukan kepala daerah menjadi tersangka lantaran mendukung Jokowi di pilpres 2019. Tapi kepala desa Sampangagung, Kutorejo, Mojokerto Suhartono menjadi tersangka karena mendukung Cawapres Sandiaga Uno.

"Intinya menurut kami kalau mendukung Pak Jokowi selama aman-aman saja, saya belum pernah menemukan kepala daerah yang jadi tersangka seperti kepala desa di mojokerto ya. Selama ini deklarasi Pak Jokowi, kepala daerah aman saja," ujar Andre.

Dia menilai hukum terasa tajam kepada kubu Prabowo-Sandi. Seharusnya Bawaslu bisa bersikap objektif terhadap dukungan kepala daerah kepada pasangan calon.

"Hukum terkesan tajam kepada Pak Prabowo, maka kepala desa masuk penjara tapi kepala daerah aman mendukung Pak Jokowi, harusnya Bawaslu objektif dong masak berani cuma kepala desa saja," tutur dia.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jul 2026 09:40

    Bupati Siak Afni Zulkifli Kritik Pemotongan DBH, Bersama APKASI Desak Revisi UU Pemerintahan Daerah

    SIAK â€" Bupati Siak Afni Zulkifli mengkritik kebijakan pemerintah pusat terkait pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) yang dinilai semakin membebani kondisi keuangan pemerintah daerah. Bersama Asosiasi Pe

  • Sabtu, 04 Jul 2026 09:37

    Plt Gubri Beri Apresiasi, Capaian IDL Riau Masuk 8 Daerah Tertinggi Nasional

    PEKANBARU - Capaian imunisasi di Provinsi Riau terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Berdasarkan Dashboard Imunisasi Nasional per 26 Juni 2026, terus mengalami peningkatan untuk Imunisasi Dasar

  • Sabtu, 04 Jul 2026 09:35

    Cegah Kriminalitas Malam Hari, Personel Polsek Tanah Putih Gelar Patroli Blue Light

    TANAHPUTIH-Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Polsek Tanah Putih, Polres Rokan Hilir, melaksanakan Patroli Blue Light pada Jumat (3/7/2026) malam mulai pukul

  • Sabtu, 04 Jul 2026 09:32

    BRKS Mobile Hadirkan Fitur QRIS Cross Border Antarnegara di Pelabuhan Penumpang Internasional Dumai

    DUMAIâ€" PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) resmi menyatakan kesiapannya untuk mengawal percepatan akseptasi digitalisasi transaksi pembayaran di Provinsi Riau. Langkah ini ditandai dengan keikuts

  • Sabtu, 04 Jul 2026 09:28

    Wabup Bagus Buka Bengkalis Durian Fest 2026, Siap Jadikan Agenda Wisata Tahunan

    BENGKALIS-Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso resmi membuka Bengkalis Durian Fest 2026 di Lapangan Tugu Bengkalis, Jumat (3/7/2026). Festival durian perdana yang digagas Sanggar Renjana bersama Din

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor