Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Beda dengan Sukma, Ini Puisi Sukarno tentang Indonesia

Politik

Beda dengan Sukma, Ini Puisi Sukarno tentang Indonesia

Rabu, 04 Apr 2018 14:46
(Foto: detik.com)
Jakarta - Presiden Sukarno tak cuma dikenal jago berorasi. Dia juga pencinta seni sekaligus pernah membuat kreasi seni. Sukarno gemar menonton wayang kulit, mengoleksi lukisan, bermain sandiwara dan menulis naskahnya, serta pernah membuat puisi. Salah satu naskah puisinya yang terkenal berjudul 'Aku Melihat Indonesia'.

Jikalau aku berdiri di pantai Ngliyep
Aku mendengar Lautan Hindia bergelora
membanting di pantai Ngliyep itu
Aku mendengar lagu, sajak Indonesia

Jikalau aku melihat
sawah-sawah yang menguning-menghijau
Aku tidak melihat lagi
batang-batang padi yang menguning menghijau
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku melihat gunung-gunung
Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Merbabu
Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Kelebet
dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku mendengarkan
Lagu-lagu yang merdu dari Batak
bukan lagi lagu Batak yang kudengarkan
Aku mendengarkan Indonesia

Jikalau aku mendengarkan Pangkur Palaran
bukan lagi Pangkur Palaran yang kudengarkan
Aku mendengar Indonesia

Jikalau aku mendengarkan lagu Olesio dari Maluku
bukan lagi aku mendengarkan lagu Olesio
Aku mendengar Indonesia

Jikalau aku mendengarkan burung Perkutut
menyanyi di pohon ditiup angin yang sepoi-sepoi
bukan lagi aku mendengarkan burung Perkutut
Aku mendengarkan Indonesia

Jikalau aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup Indonesia

Jikalau aku melihat wajah anak-anak
di desa-desa dengan mata yang bersinar-sinar
"Pak Merdeka; Pak Merdeka; Pak Merdeka!"
Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat Indonesia

Putri pertamanya, Megawati Soekarnoputri, pernah membacakan puisi tersebut saat membuka Kongres IV PDI Perjuangan di Bali, 9 April 2015. Ribuan peserta Kongres PDIP pun dengan khidmat menyimak pidato ketua umum partai tersebut.

Melalui puisi 'Aku Melihat Indonesia', Megawati mengajak peserta kongres kembali merenung tentang Indonesia dalam satu kesemestaan. "Aku melihat Indonesia adalah cara pandang bersama untuk kembali pada cita-cita kedaulatan bangsa," kata Mega kala itu.
Darah seni Sukarno disebut mengalir dari sang Ibu, Nyoman Rai Srimben. Anak-anak Sukarno dari Fatmawati sebagian mewarisi bakat seni Bung Karno. Si sulung, Guntur, pernah punya grup musik waktu kuliah di ITB, Megawati suka menari, dan Guruh berkiprah di musik serta tari.

Meski tak banyak mendapatkan publisitas seperti halnya Guruh, Diah Mutiara Sukmawati juga ikut mewarisi Sukarno dalam hal mencintai kesenian. Dia menari, melukis, dan menulis. Konon, dia bisa betah berlama-lama nongkrong di Taman Ismail Marzuki, berkumpul dengan rekan sesama seniman.

Pada 2011, Sukmawati menulis buku 'Creeping Coup D'Tat Mayjen Suharto'. Tapi dia baru menuai kontroversi saat membacakan puisi berjudul 'Ibu Indonesia' lantaran dinilai sejumlah pihak menyinggung pemeluk agama Islam.

(detik.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor