Politik
Demokrat Rahasiakan Strategi Khusus Menangkan Prabowo-Sandiaga
Senin, 19 Nov 2018 15:48
"Tentunya kita mempunyai strategi khusus karena memang kita ketahui bahwa sekali lagi Partai Demokrat menginginkan supaya sukses Pileg maupun sukses di Pilres," kata Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/11).
Saat ini partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang fokus untuk memenangkan Pileg 2019. Setelah itu, baru berusaha memenangkan Prabowo-Sandi. Karena itu, Demokrat mulai mengatur waktu kampanyenya.
"Demokrat kan harus menang di pileg dan harus menang di pilpres, sehingga waktu lah yang harus kita tempatkan di tempat yang paling tepat manakala kita ingin memperoleh dua-duanya," ungkapnya.
Agus menegaskan setiap partai pendukung Prabowo-Sandi juga sudah memiliki komitmen untuk berkampanye. Meskipun sampai saat ini partai koalisi belum sepenuhnya mengkampanyekan Prabowo-Sandi.
"Kepada pileg dan pilpres tentunya tetapi mungkin karena ini kalau kita ingin menang di pilpres tentu pileg kita harus kuat karena di DPR kita harus banyak anggota dewan supaya presiden yang kita dukung memiliki kekuatan politik yang cukup tinggi," ucapnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat akan segera menepati janjinya kepada Gerindra untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Demokrat mengklaim memiliki cara khusus dan berbeda dengan partai koalisi lainnya dalam mengkampanyekan Prabowo-Sandiaga.
"Demokrat bukan tidak mengkampanyekan Prabowo-Sandi, namun cara kami beda, tidak datang ke suatu tempat lalu teriak-teriak ke publik untuk pilih Prabowo-Sandi," kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di Sekretariat Nasional (Seknas) Pemenangan Prabowo-Sandi, di Jakarta, Minggu (18/11). Seperti dilansir Antara.
Dia menjelaskan, saat kader Demokrat datang ke suatu tempat, mereka menanyakan pilihan masyarakat di Pilpres 2019. Karena ada daerah yang mayoritas mendukung Jokowi, ada yang mayoritas memilih Prabowo dan ada juga pilihannya berimbang.
Ferdinand melanjutkan, jika ada masyarakat yang tetap menginginkan Jokowi, maka akan ditanyakan alasannya. Pihaknya akan menjelaskan dengan fakta-fakta yang terjadi saat ini.
"Lalu kami jelaskan dan sampaikan bahwa lebih baik memilih pemimpin baru, dan Demokrat berkoalisi dengan Prabowo-Sandi," ujarnya.
(merdeka.com)
TNI Kejar KKB Penembak Pilot AS di Papua
Jakarta - TNI melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pelaku penembakan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung
Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara
Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara. Getarannya terasa pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 10.31 WITA.Berdasarkan data BMKG, pusat gempa be
Wako Pekanbaru Sampaikan Rekomendasi dalam Rakernas APEKSI ke-18, Program MBG Tetap Dilanjutkan
PEKANBARU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap berlanjutkan karena program stategis ini bukan hanya untuk memenuhi gizi anak.Namun juga berdampak kepada sendi perekonomian.Hal ini menjadi
VIRAL Aipda Yudhie Tewas saat Lawan Bandar Narkoba di Kalteng: Bareskrim Polri Turun ke Lokasi
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turun tangan untuk menyelidiki kasus gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam oper
Terkini, Daftar 7 Tersangka Kasus Korupsi MBG
Kasus dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berkembang. Penyidik menetapkan Brigadir Jenderal Polisi Lalu Muhammad Irwan Mahardan sebagai tersangka baru. Sehingga jumlah ters