Demokrat Sebut Eks Kader yang Dukung KLB Tipu Pemilik Suara
admin
Rabu, 03 Mar 2021 11:43
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) menghalalkan segala cara untuk mendapat dukungan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Dia menilai, mereka menipu para pemilik suara.
"Ketika tidak mendapatkan dukungan dari para pemilik suara, segala cara seakan dihalalkan oleh pelaku GPK-PD," katamua kepada wartawan, Rabu (3/3).
Pelaku gerakan ini, kata Herzaky, mencatut petinggi DPP seakan mendukung gerakan kudeta. Mereka menipu pemilik suara yang sah supaya bergabung mendukung KLB. Pencatutan pengurus DPP seakan menyetujui KLB juga dilakukan dengan rekayasa tangkapan gambar pesan pendek.
"Mereka pun menggembar-gemborkan kabar bohong, pencatutan nama para petinggi DPP yang seakan-akan mendukung GPK-PD, untuk menipu para pemilik suara sah agar bergabung," jelasnya.
Demokrat menilai, KLB jika digelar tidak sesuai dengan aturan. Apalagi para peserta yang menjadi wakil daerah bukan pemilik suara yang sah.
"Memaksakan KLB yang tidak sesuai dengan aturan (inkonstitusional), dengan peserta yang sekedar kader yang dijadikan perwakilan daerah meskipun bukan pemilik suara sah (ilegal)," jelasnya.
Lantas, Demokrat mengecam tindakan mantan kadernya ini dengan mendorong KLB bodong. Herzaky mengatakan, pelaku kudeta ini seakan punya dukungan hanya karena ada oknum kekuasaan yang melakukan abuse of power.
"KLB Bodong, tapi mau buat seakan-akan punya dukungan, hanya karena memiliki dukungan dari oknum kekuasaan yang melakukan abuse of power. Perilaku seperti ini sangatlah mencederai demokrasi kita," pungkasnya.
Sebelumnya, pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan yang mendorong KLB, mengungkap KLB akan digelar pada pekan pertama atau kedua bulan Maret ini.
"Bulan maret. Mungkin Minggu pertama atau kedua. Tapi nanti H-3 kita akan beritahu dan ekspose," ujar Hencky kepada wartawan, Selasa (2/3).
Namun, mengenai tempat KLB Hencky masih merahasiakannya. Dia pastikan sudah final.
"Belum saya ekspose juga. Tapi itu barang jadi. Kesiapan kita sudah selesai," ucapnya.
KLB diklaim sudah mendapat dukungan 380 DPC atau 70-80 persen pemilik suara Partai Demokrat. Hencky membantah klaim DPP Partai Demokrat bahwa KLB ini ilegal.
"Kalau ilegal ya silakan bicara dari sisi hukum ya. Klo ilegal, kalian menetapkan AD/ART itu pun ilegal karena tidak diplenokan," tegasnya.