Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Gerindra Tak Takut Jokowi Didukung Banyak Parpol di Pilpres 2019

Politik

Gerindra Tak Takut Jokowi Didukung Banyak Parpol di Pilpres 2019

Kamis, 05 Apr 2018 14:31
Liputan6.com
Prabowo gencar menyapa dan menyerap aspirasi warga Cirebon Jawa Barat terkait kesiapannya maju menjadi Capres 2019. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Jakarta - Partai Gerindra optimistis memenangkan Pilpres 2019 meski hanya berkoalisi dengan PKS. Sementara, Jokowi sendiri telah mendapatkan dukungan dari PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, Hanura, PSI dan Perindo. 

"Gerindra tidak takut. Dan saya kira bukan soal takut atau tidak, karena dalam sejarah demokrasi modern Indonesia ada partai yang begitu besar mengusung koalisi kalah. Ada partai yang begitu minim dalam koalisi menang," ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Muzani menyatakan, sejarah demokrasi Indonesia sangat variatif.

"Kita belajar dari sejarah pilpres yang sudah berlangsung beberapa tahun dalam dekade terakhir ini," tambah Wakil Ketua MPR itu.

Untuk cawapres Prabowo Subianto, Gerindra sudah mengerucutkan tiga sampai lima nama. Di antaranya merupakan tokoh-tokoh penting.

"Mudah-mudahan kita bisa mendeklarasikan presiden, wakil presidennya belakangan. Mengerucut sekarang tinggal 3 hingga 5 nama. Di antara tiga itu, semuanya tokoh-tokoh nasional dan orang-orang penting," beber Muzani.

Gerindra dan PKS mulai berkampanye soal pergantian Presiden 2019. Tulisan kampanye bertagar #2019GantiPresiden ini tertuang di sebuah gelang yang kompak dipakai oleh sejumlah kader Gerindra-PKS.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, hal itu merupakan sah di negara demokrasi. Dia juga menilai, bila petahana menjabat dua periode bukanlah hal yang tepat di negara demokrasi.

"Namanya dinamika politik sah-sah saja, yang penting suasana harus dijaga supaya tidak gaduh," ujar Muzani.

Dia mengatakan, rakyatlah yang berhak menilai apakah pemerintahan saat ini gagal dalam mengelola negara atau tidak. Dia juga yakin bahwa rakyat menginginkan Presiden baru.

"Yang menilai kan rakyat. Tapi kalau ada sebagian yang pengin ganti presiden kan itu berarti yakin bahwa calon yang akan diusung programnya lebih bagus daripada yang sekarang, kan begitu," tuturnya.

(Liputan6.com)

Politik
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2026 16:48

    Bupati Kuansing Resmi Berompi Oranye Terkait Kasus Suap Jabatan

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, Suhardiman Amby sebagai tersangka dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:09

    KPK Periksa Bupati Inhu dan Sekda Riau Terkait Kasus Pemerasan Gubernur Nonaktif Abdul Wahid

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto beserta Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi. Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemer

  • Rabu, 01 Jul 2026 16:08

    Lantik 38 Pejabat, Bupati Asmar Dorong Reformasi Birokrasi yang Profesional dan Responsif

    SELATPANJANG â€" Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan. Sebanyak 38 pejabat administrator dan pejabat pengaw

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:31

    LBH Laporkan Dugaan Kekerasan Oknum Polisi Terhadap Sembilan Warga Rupat Utara ke Polda Riau

    PEKANBARU - Gabungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) ICMI Wilayah Riau dan LBH Pekanbaru resmi mengadukan dugaan tindak kekerasan fisik oleh oknum aparat Polsek Rupat Utara terhadap sembilan warga sipil.

  • Rabu, 01 Jul 2026 15:19

    Pesona Batik Motif Bakar Tongkang Karya Miskiah Angkat Budaya Rokan Hilir ke Kancah Nasional

    BAGANSIAPIAPI - Perayaan Festival Ekraf Pesona Beapi Besenergi Kawasan Qris yang memeriahkan event Bakar Tongkang di Bagansiapiapi sukses menarik perhatian masyarakat luas. Dari 35 stand bazar yang me

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor