Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Hasil Pilkada Rohul 2020 Bisa Berubah, Pemenang Hasil Pilkada Rohul 2020 Tetap Istri Mantan Bupati

Hasil Pilkada Rohul 2020 Bisa Berubah, Pemenang Hasil Pilkada Rohul 2020 Tetap Istri Mantan Bupati

Admin
Selasa, 23 Mar 2021 10:34
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Hasil Pilkada Rohul 2020 bisa berubah karena selisih suara lebih sedikit dari jumlah pemilih di TPS yang dilakukan PSU, sedangkan Hasil Pilkada Rohul 2020 pemenangnya akan tetap Rezita Meylani-Junaidi karena jumlah pemilih di TPS yang PSU lebih sedikit dari jumlah selisih suara.

Nah, mengenai Hasil Pilkada Rohul 2020 bisa berubah dan Hasil Pilkada Rohul 2020 yang tetap ini akan dijelaskan Pengamat Politik Riau Panca Setyo Prihatin.

Bagaimana penjelasan dari Pengamat Politik Riau Panca Setyo Prihatin tentang Hasil Pilkada Rohul 2020 bisa berubah dan Hasil Pilkada Rohul 2020 yang tetap ini, berikut penjelasannya :

Pemungutan Suara Ulang atau PSU adalah keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengikat dan final.

Putusan PSU di kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Indragiri Hulu (Inhu) tentu harus dihormati dan dilaksanakan oleh penyelenggara termasuk rekomendasi mengganti petugas KPPS yang dianggap telah melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugasnya.

Untuk PSU di Inhu, relatif akan tetap milik paslon 02, PSU di TPS 3 Ringin dengan pemilih 307 sedangkan selisih suara paslon 2 dan paslon 5 sebanyak 308 suara.

Rasanya tidak mungkin juga paslon 2 tidak mendapatkan suara sehingga peluang paslon 2 menjadi pemenang Pilkada Inhu tinggal menunggu waktu penetapan secara resmi oleh KPU kabupaten Inhu. 

Ikrar siap kalau dan menang yang sudah tersebar di platform media sosial dari paslon termasuk pihak keamanan Kapolres dan Komandan Kodim serta tokoh adat melayu tentu menjadi komitmen untuk membangun Inhu lebih baik, merangkul semua potensi yang ada.

Berbeda dengan PSU di Rohul yang akan dilakukan di 25 TPS, dengan DPT 3580 dan selisih suara 2148.

Segala sesuatu masih bisa terjadi, artinya hasil Pilkada Rohul masih bisa berubah.


Sebelum PSU dilakukan kerja politik partai pendukung dan tim pemenangan Hafit syukri dan Erizal yang intens bisa merubah peta politik walaupun berat karena dari hasil pilkada lalu paslon Sukiman dan wakil meraup 2000-an lebih suara.

Tapi situasi bisa saja berubah, karena tidak ada yang tidak mungkin dalam politik.

Tentu segala macam upaya akan dilakukan untuk memenangkan PSU ini. 

Melawan incumbent yang memiliki potensi sumber daya yang kuat dan sistematis biasanya akan dilawan dengan isu-isu dan fakta-fakta selama kepemimpinan incumbent dari sisi kelemahan selama memimpin negeri seribu suluk ini bahkan tidak jarang politik identitas menjadi isu yang dimainkan sebagai bagian dari cara memaksimalkan peluang mendapatkan suara.

Dalam kondisi yang tegang dan berpotensi melahirkan gesekan antar kelompok pendukung maka dituntut kerja yang profesional dari penyelenggara termasuk pihak keamanan.

Untuk memastikan pelaksanaan PSU aman dan damai karena siapapun yang menang yang menjadi harapan masyarakat, adalah bagaimana daerah nya bisa berkembang dan masyarakat nya terbebas dari belenggu kemisikinan dan ketertinggalan.

Jadi pemenang PSU sesungguhnya adalah paslon yang bisa menjaga amanah dan janji-janji politik nya dalam visi misi yang tertuang dalam RPJMD.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor