Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Kampanye Negatif Berdampak Pada Pembusukan Pasangan Calon

Kampanye Negatif Berdampak Pada Pembusukan Pasangan Calon

Rabu, 23 Sep 2015 15:06
Ilustrasi
PEKANBARU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau menilai pelaksanaan kegiatan kampanye pasangan calon di satu kota dan delapan kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada serentak 2015 di Provinsi Riau sampai dengan hari ini, Rabu, 23 September 2015 mengarah pada potensi kampanye negatif.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Edy Syarifuddin mengatakan, "kegiatan kampanye di Provinsi Riau terbilang masih bisa ditoleran, tapi memang akhir-akhir ini sudah mengarah pada potensi kampanye negatif," ujarnya.

Edy Syarifuddin meminta agar semua aparatur sipil negara menarik diri dan tidak terlibat langsung menunjukkan keberpihakan yang menguntungkan ataupun merugikan salah satu pasangan calon.

Berdasarkan hasil supervisi dan monitoring Bawaslu Provinsi Riau ke beberapa daerah mengawasi pelaksanaan tahapan kampanye Pilkada, Bawaslu Provinsi Riau menilai kampanye yang dilakukan pasangan calon perlu dievaluasi dan dilakukan perbaikan pola-pola kampanye.

"Akhir-akhir ini kampanye sudah mulai mengarah pada bentuk kampanye takterkendali, jadi mohon pada setiap pasangan calon juga memperhatikan agenda-agenda dan pola-pola yang dilakukan oleh tim kampanyenya sendiri, karena kalau tidak di evaluasi justru memberikan celah yang awalnya dikelola dengan baik justru terjadi penyimpangan terhadap kegiatan kampanyenya yang justru merugikan Paslon sendiri," kata Edy Syarifuddin.

Lebih lanjut Edy mengatakan, agar tidak melakukan kampanye negatif, misal menghasut, menyudutkan orang, menghina orang, mengadu domba, karena kampanye negatif justru merugikan setiap pasangan calon.

Bawaslu Provinsi menghimbau agar kegiatan kampanye dikelola sesuai aturan, dan memperhatikan rambu-rambu kegiatan kampanye dan lebih mengedepankan prinsip kampanye yaitu Jujur, terbuka dan dialogis..

"Kalau pada niat awal berkampanye hanya berujung menargetkan pada pemenangan pasangan calon, bukan tidak mungkin jika banyak metode dikemas dan dikelola yang justru berpotensi pada kampanye negatif yang menggiring kepada „pembusukan‟ pasangan calon, dan berakhir tidak akan diminati masyarakat untuk dipilih," tegas Edy Syarifuddin.

Bawaslu Provinsi Riau kembali mengingatakan, agar berhati-hati, bersikap arif dan bijak dalam berkampanye dengan tidak menyinggung orang lain, atau menghina orang lain, atau melanggar ketentuan kampanye.

Edy Syarifuddin meminta pasangan calon agar sering mengarahkan, mengevaluasi, mengelola setiap tim kampanye agar berkampanye sesuai dengan aturan, dan tidak sepenuhnya diserahkan ke tim kampanye tanpa ada kontrol dan evaluasi berkala..

"Pasangan calon bersama-sama dengan partai pengusung kalau dia diusung oleh partai pengusung, atau dari pasangan calon perseorangan untuk mengevaluasi kegiatan kampanye agar kegiatan kampanye dalam 101 hari ini terus mengalami peningkatan dari sisi kuantitas maupun kualitas," pungkasnya.(Rls)
Politik
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 09:33

    Pasangan Kekasih Diduga Curi Motor di Parkiran RSUD Bengkalis Diringkus Polis

    BENGKALIS (CAKAPLAH) �" Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkalis berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian sepeda motor yang terjadi di area parkir RSUD Bengkalis. Menariknya, dua terd

  • Sabtu, 20 Jun 2026 09:16

    Ditemukan Penyakit Bawaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

    JAKARTA â€" Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menjalani rawat inap di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/6/2026). Keduanya merupakan tersangka dalam kasus dugaan pe

  • Sabtu, 20 Jun 2026 09:11

    Penyidik KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar, Bawa Barang Bukti Tiga Koper

    Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah di Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Denpasar, Bali, pada Jumat (19/6). Penggeledahan tersebut dilakukan untuk pengemban

  • Sabtu, 20 Jun 2026 08:54

    3 TKW Dianiaya Majikan di Malaysia, 4 Orang Ditangkap

    Jakarta - Tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Aceh diduga menjadi korban kekerasan oleh majikan di Johor Bahru, Malaysia. Kasus tersebut kini ditangani kepolisian M

  • Sabtu, 20 Jun 2026 08:51

    Kurir Ketakutan Usai Konsumsi Sabu, Tinggalkan Paket Narkoba 36 Kg di Bus

    Lampung - Aksi nekat dua kurir narkoba berujung petaka. Setelah diduga mengonsumsi sabu, keduanya justru dilanda ketakutan hingga meninggalkan paket sabu seberat 36 kilogram di dalam bus Antar Lintas

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.