Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Kubu AHY dan Moeldoko Butuh Strategi Politik yang Kuat untuk Menang

Kubu AHY dan Moeldoko Butuh Strategi Politik yang Kuat untuk Menang

Admin
Kamis, 18 Mar 2021 09:32
okezone.com

JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly menyatakan, lembaganya tengah meneliti dokumen yang diserahkan dua kubu Partai Demokrat (PD) yang berselisih, yakni kubu Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan kubu Ketum Moeldoko hasil Kongres Luar Biasa (KLB).

Yasonna pun berjanji akan memutuskan kisruh PD tersebut dalam waktu dekat. Tapi, jika setelah diputuskan, masing-masing kubu merasa tidak puas, maka berdasarkan mekanisme keduanya bisa bertempur di pengadilan dan Mahkamah Partai.

"KLB tidak akan disahkan karena dampaknya terlalu besar termasuk kegaduhan yang tak penting," ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/3/2021).

Bakir menganggap, posisi kubu Moeldoko cenderung lemah jika dihadapkan pada aturan yang berlaku di internal PD. Sehingga, Bakir menganggap, tak ada keuntungan bagi pemerintah untuk memenangkan pertarungan ini.

"Tidak ada keuntungan pemerintah mengesahkan KLB," jelas pengajar Sosiologi Politik pada Fisip UIN Jakarta itu.

Sementara itu, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie memandang bahwa Kemenkumham nantinya akan 'mengesahkan' dua kubu dan membiarkan mereka bertarung di lembaga peradilan.

"Tinggal strategi politik yang kuat (kubu AHY dan Moeldoko) untuk memenangkan perang terbuka," ujarnya saat dihubungi terpisah.

Hanya saja, kata Jerry, Moeldoko lebih unggul dari posisinya yang pernah menjadi Panglima TNI. Sedangkan AHY sebelum memutuskan terjun ke politik hanya berpangkat Mayor TNI.

"Sebetulnya kalau Jokowi bertindak lebih baik dengan memecat Moeldoko, (dari jabatan KSP), sepertinya pertempuran lebih menarik," tandasnya.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor