Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Kubu Prabowo: Lagi, Politisi Sontoloyo Pendukung Jokowi Ditangkap KPK

Politik

Kubu Prabowo: Lagi, Politisi Sontoloyo Pendukung Jokowi Ditangkap KPK

Senin, 19 Nov 2018 15:22
Merdeka.com
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade.
SUMATRA UTARA- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Andre Rosiade menyoroti penangkapan Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara Remigo Yolando Berutu oleh KPK. Andre menyebut ini kesekian kalinya kepala daerah pendukung capres petahana Jokowi terlibat korupsi.

Sebelum Remigo, kepala daerah pendukung Jokowi yang dicokok KPK ialah Wali Kota Pasuruan yang juga kader PDIP Setiyono, Bupati Malang yang juga kader NasDem Rendra Kresna, dan Bupati Bekasi yang juga kader Golkar Neneng Hassanah Yasin.

"Dan terjadi lagi politisi sontoloyo pendukung Pak Jokowi ditangkap KPK karena suap," kata Andre dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/11).

Dia mengungkapkan, Remigo merupakan kader Partai Demokrat yang sudah mendeklarasikan diri mendukung Jokowi Pilpres 2019. "Dia melawan arus dari Demokrat yang sudah resmi menyatakan dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno," jelasnya.

Andre menambahkan, pihaknya mendukung sikap KPK yang tanpa pandang bulu menangkap kepala daerah pendukung capres petahana. Dengan adanya penangkapan kepala daerah pendukung petahana, dia menyebut bahwa pemerintahan Jokowi beserta pendukungnya tidak suci dari praktik suap.

"Penangkapan terhadap kepala daerah pendukung inkumben akan membuka mata publik seperti apa pemerintahan sekarang dan para pendukungnya. Mereka adalah sekelompok orang bermasalah yang mencoba saling melindungi," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga mendukung KPK membongkar semua kasus kepala daerah yang tiba-tiba mendukung Jokowi dan diduga terlibat kasus. Andre tak ingin ada tudingan bahwa KPK hanya bisa menjerat pelaku korupsi kelas teri, sementara yang kakap lolos.

"Bagaimana dengan kasus mantan Gubernur NTB TGB yang sebelumnya sempat diperiksa KPK, kok tidak ada kelanjutan. Jangan-jangan banyak kepala daerah yang menjadi kader oposisi mendukung inkumben karena ingin mendapat perlindungan hukum karena diduga terbelit kasus," pungkasnya.


(merdeka.com)

Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 11:00

    TNI Kejar KKB Penembak Pilot AS di Papua

    Jakarta - TNI melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pelaku penembakan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:37

    Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara

    Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara. Getarannya terasa pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 10.31 WITA.Berdasarkan data BMKG, pusat gempa be

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:47

    Wako Pekanbaru Sampaikan Rekomendasi dalam Rakernas APEKSI ke-18, Program MBG Tetap Dilanjutkan

    PEKANBARU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap berlanjutkan karena program stategis ini bukan hanya untuk memenuhi gizi anak.Namun juga berdampak kepada sendi perekonomian.Hal ini menjadi

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:43

    VIRAL Aipda Yudhie Tewas saat Lawan Bandar Narkoba di Kalteng: Bareskrim Polri Turun ke Lokasi

    Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turun tangan untuk menyelidiki kasus gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam oper

  • Jumat, 03 Jul 2026 10:33

    Terkini, Daftar 7 Tersangka Kasus Korupsi MBG

    Kasus dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berkembang. Penyidik menetapkan Brigadir Jenderal Polisi Lalu Muhammad Irwan Mahardan sebagai tersangka baru. Sehingga jumlah ters

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor