Minggu, 28 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Memanas Jelang Muscab, Ketua DPC PPP Jember Dikritik Kader Soal Transparansi Anggaran

Memanas Jelang Muscab, Ketua DPC PPP Jember Dikritik Kader Soal Transparansi Anggaran

Admin
Sabtu, 06 Nov 2021 09:32
merdeka.com

Menjelang suksesi kepengurusan, internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember mulai menghangat. Sejumlah pengurus anak cabang (PAC) PPP tingkat kecamatan, berkumpul dan mendeklarasikan agar ada pergantian jabatan Ketua DPC PPP Jember pada Musyawarah Cabang (Muscab) PPP yang akan digelar beberapa hari lagi.

"Kita seluruh PAC dari hampir semua kecamatan yang ada di Jember, sepakat dan tanpa ada paksaan, menyatakan ingin agar ada pergantian jabatan ketua DPC PPP Jember. Karena kepengurusan PPP Jember saat ini, sangat mengecewakan dan perlu ada pembaruan," ujar Khusnul Arifin Mansyur, Ketua PAC PPP Pakusari dalam konferensi pers yang digelar forum komunikasi PAC PPP Jember pada Jumat (05/11/2021).

Forum tersebut mengklaim, telah didukung oleh 25 PAC PPP dari total 31 kecamatan yang ada di Jember. "Semuanya ini memiliki SK kepengurusan yang legal. Dan kecamatan yang belum, akan segera bergabung dengan kami," tutur Khusnul.

Mereka menilai, kepemimpinan Ketua DPC PPP Jember, KH Madini Farouq dalam lima tahun terakhir, ingkar janji dan tidak transparan soal keuangan. "Ada banyak janji yang tidak ditepati. Selama ini, PAC-PAC berharap bantuan dari DPC tapi tidak pernah dibantu," tutur Khusnul.

Salah satu yang disoroti adalah transparansi penggunaan aliran dana bantuan politik (banpol) yang diberikan oleh Bakesbangpol Pemkab Jember, kepada setiap partai pemilik kursi di DPRD. Selain itu, penggunaan setoran iuran dari anggota Fraksi PPP di DPRD Jember, juga dianggap tidak transparan.

"Sebelum jadi ketua PAC, saya menjabat sebagai Ketua Laskar Ababil (sayap kemudaan PPP) Jember. Saya tahu persis, dana seperti itu bisa mencapai miliaran rupiah. Tapi tidak pernah disalurkan ke PAC," tutur Khusnul.

Forum Komunikasi PAC PPP se Jember juga menyoroti soal tidak adanya kantor sekretariat PPP. Sebagai partai yang sudah eksis sejak zaman Orde Baru, PPP Jember sebenarnya memiliki kantor sekretariat, hasil hibah dari negara. Namun sekarang kondisinya tidak terurus. Justru, DPC PPP Jember saat ini berkantor di kediaman dan juga pesantren yang diasuh oleh sang ketua, KH Madini Farouq.

"Kita juga teman-teman PAC tidak paham mengapa kantor sekretariat jadi tidak ada. Karena itu, nanti ketika sudah ada perubahan kepemimpinan di PPP Jember, kita akan benahi lagi masalah kantor sekretariat. Jangan sampai bercampur dengan rumah ketua," papar Khusnul.

Sesuai ketentuan, seluruh DPC PPP di kabupaten/kota di Jatim, akan menyelenggarakan muscab antara November hingga paling lambat Desember 2021. Berbeda dengan sistem sebelumnya, pemilihan ketua dan sekretaris DPC, tidak melalui pemilihan langsung, tetapi dengan sistem formatur. Yakni terdiri dari 7 anggota formatur dengan komposisi 4 anggota dari PAC (kecamatan); dan 3 anggota lain masing-masing dari pengurus DPC, DPW dan DPP PPP.

"Kita optimistis, bisa menang menggantikan ketua yang sekarang. 4 Kursi untuk PAC, sudah kita kunci, pasti ke kita suaranya. Begitu pula komunikasi dengan DPW dan DPP, pasti ke kita," pungkas Khusnul.

Tanggapan Ketua DPC PPP Jember

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PPP Jember, KH Madini Farouq membantah tudingan tidak transparan dalam membagi "kue" dana ke PAC-PAC yang ada di Jember.

"Kalau soal dana, itu sudah ada mekanisme pertanggungjawabannya. Dana bantuan politik (banpol) dari Bakesbangpol, kita sudah sampaikan laporannya dan diaudit oleh BPK. Kita predikatnya wajar tanpa pengecualian (WTP)," tutur Gus Mamak, sapaan akrab KH Madini Farouq saat dikonfirmasi pada Jumat (5/11).

Secara keseluruhan, pertanggungjawaban penggunaan anggaran PPP Jember, menurut Gus Mamak akan disampaikan dalam Muscab PPP yang akan digelar beberapa hari mendatang. "Ada LPJ nya, kita transparan kok," ujar mantan Ketua DPC PKB Jember ini.

Terkait kantor sekretariat, dijelaskan saat ini masih dalam penguasaan mantan Ketua DPC PPP sebelum Gus Mamak. Karena tidak terpilih lagi menjadi ketua, kantor yang terletak di pusat kota Jember itu, hendak dikuasai secara pribadi oleh mantan Ketua DPC PPP Jember.

"Sebenarnya kita bisa saja kerahkan massa untuk mengambil alih. Tetapi kan kita ingin cara-cara yang kondusif," tutur Gus Mamak.

Mantan Ketua DPC PPP Jember yang menguasai aset kantor tersebut, saat ini juga sudah berpindah partai. Selama beberapa tahun terakhir, Gus Mamak sudah berupaya berkomunikasi dengan Pemkab Jember untuk kejelasan status tanah dan kantor sekretariat DPC PPP yang kini berubah menjadi toko busana.

Pada masa Orde Baru, pemerintah memang memberikan tanah dan kantor kepada tiga partai yang sudah eksis pada masa itu. Yakni PPP, Golkar dan PDI. "Jadi tanah itu, sejak dulu, sudah jadi milik PPP," ujar mantan Ketua DPRD Jember ini.

Terkait keinginan sejumlah pengurus kecamatan agar dirinya tidak terpilih lagi, Gus Mamak menjawab diplomatis. Menurutnya, ia tidak berambisi untuk kembali terpilih.

"Tetapi kalau kader ingin saya kembali memimpin, saya tidak bisa menolak. Jabatan itu amanah," ujar Gus Mamak.

Ia menyinggung soal prestasinya selama lima tahun memimpin PPP Jember. Termasuk sikap politik PPP yang pada Pilkada Jember 2020 lalu, menjadi salah satu pendukung calon bupati yang menang, Hendy Siswanto.

"Ya kalau kader menganggap saya berhasil karena telah menaikkan kursi PPP di DPRD Jember, dari 3 menjadi 5 kurs. Lalu berhasil mengantar kandidat sebagai bupati, jika itu dianggap keberhasilan, saya tidak bisa menolak jika diminta memimpin kembali," tutur pria yang juga saudara sepupur Romahurmuziy, mantan Ketua Umum DPP PPP.

Gus Mamak menilai, pernyataan dari Forum Komunikasi PAC PPP se-Jember yang menyerang dirinya itu, sebagai bagian dari dinamika menjelang Muscab. "Jadi ada orang yang ingin mencalonkan diri, lalu mengadu domba dengan menyebarkan berita hoaks dan fitnah. Serta mengadu domba DPC PPP dengan para pengurus PAC di kecamatan. Jadi teman-teman PAC PPP tadi itu hanya termakan isu saja," pungkas Gus Mamak.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.