Jumat, 26 Jun 2026
Menakar Kans Anies, Ridwan Kamil, dan Erick Diusung PAN di Pilpres 2024
Admin
Senin, 31 Jan 2022 11:34
SINDOnews.com
Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Robi Nurhadi menilai, tiga tokoh tersebut masuk dalam profile PAN. Menurutnya, ketiga tokoh tersebut boleh dibilang tidak punya kecenderungan fanatisme salah satu ormas atau kelompok. Dia memaparkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dekat dan diterima banyak kalangan mulai dari KAHMI, Muhammadiyah, tidak resisten ke NU bahkan mungkin dalam dua tahun terakhir memberi perhatian cukup besar ke NU.
"Di kelompok yang Islam yang agak ke kanan, Pak Anies juga diterima. Kalau PAN mewakili Muhammadiyah dan Islam moderat, Pak Anies ibarat ikan dalam kolam yang tepat," ujar Robi Senin (31/1/2022). Tentang Ridwan Kamil, Robi menilai Gubernur Jawa Barat tersebut lebih muncul sebagai politisi aliran kebangsaan, bukan kelompok agamis. Tetapi, tentu dia sebagai orang nomor satu di Jawa Barat diterima kalangan nahdliyin, terlepas misalnya nahdliyin memberikan dukungan ke Ridwan Kamil melalui wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum.
Ridwan Kamil juga dinilai lebih menyasar kelompok milenial dengan berbagai inovasi. Jika PAN ingin menambah spesies baru dalam pasar politiknya, tentu pasar-pasar tertentu yang setipe dengan Ridwan Kamil. Sementara, Menteri BUMN Erick Thohir mewakili kelompok baru bagi PAN, yakni pengusaha. Walaupun ada pengusaha di PAN, selama ini tidak terlalu dominan. PAN menurutnya bermetamorfisis dari kendaraan Muhammadiyah menjadi yang lebih umum, misalnya dengan menampung vote getter dari kalangan artis. Dia menilai, PAN dengan Erick simbiosis mutualisme saja. Kalau misalnya Erick mau masuk ke ranah politik Muhammadiyah, beliau sudah kadung menjadi anggota kehormatan Banser dan dipandang sebagai NU kultural. "Poinnya adalah, Erick dan PAN hubungan yang coba saling mendapatkan manfaat," kata Robi.
Dari tiga tokoh di atas, Robi melihat Anies lebih layak diusung PAN. "Pak Anies paling lebih layak. Tentu dengan pengalaman, kematangan berpolitik, objektivitas orang melihat begitu. Tapi kan politik ini soal siapa dapat apa. Kalau Pak Anies tidak mampu menawarkan siapa dapat apa, mungkin itu jadi hal yang menghalangi," pungkasnya.
Sumber: SINDOnews.com
komentar Pembaca