Sabtu, 27 Jun 2026
Muktamar ke-34 NU Demokratis, Menko Airlangga Ucapkan Selamat untuk Gus Yahya dan Kiai Miftach
Admin
Jumat, 24 Des 2021 13:35
SINDOnews.com
Ketua Umum Partai Golkar ini pun mengapresiasi penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU berjalan lancar penuh hikmat dan sangat demokratis. "Saya mengapresiasi Muktamar berjalan lancar penuh hikmat dan demokratis," kata Airlangga. Ketua Umum Partai Golkar ini pun berharap agar ke depan NU dapat mengawal transformasi pengembangan kehidupan masyarakat di era digital dan transisi normal baru dari pandemi ke endemi. "Saya berharap ke depan kepemimpinan NU juga akan mengawal transformasi perkembangan kehidupan masyarakat di era digital dan transisi normal baru dari pandemi ke endemi," tandas Airlangga.
Airlangga juga menyampaikan terima kasih kepada KH Said Aqil Siroj yang telah memimpin NU selama dua periode. "Tentu kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pak Kiai Said yang telah memimpin NU selama 2 periode, telah banyak yang ditorehkan untuk kemajuan NU,” tutur Airlangga. Airlangga juga mengapresiasi kepada penyelenggara Muktamar NU yang dalam rangkaian kegiatannya dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Dia meminta kepada muktamirin untuk kembali ke daerahnya masing-masing pada 24 Desember 2021 dengan tertib dan lancar. Sebelumnya, Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung tidak bisa dilepaskan dari peran Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar. Penyelenggaraan Muktamar NU di Lampung, pada awalnya terjadi perdebatan maju mundur di kalangan internal Nahdliyin akibat kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung. Atas arahan dari Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, akhirnya diputuskan bahwa Muktamar digelar tanggal 22-24 Desember 2021 dengan protokol kesehatan yang ketat.
Gus Yahya sendiri resmi terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 dengan perolehan sebanyak 337 suara. Dia unggul dari calon incumbent yakni KH Said Aqil Siroj yang hanya mendapatkan 210 suara.
Sumber: SINDOnews.com
komentar Pembaca