Minggu, 28 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • PA 212 Pilih Jaga Jarak dengan PAN dan Soetrisno Bachir

PA 212 Pilih Jaga Jarak dengan PAN dan Soetrisno Bachir

Admin
Selasa, 14 Sep 2021 11:16
merdeka.com

Nama Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir diusulkan menjadi menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengakui mengusulkan Soetrisno kepada Presiden Jokowi lantaran menilai sosoknya tepat karena pernah menjadi tim sukses saat Pilpres.

Kabar nama Soetrisno disodorkan PAN sebagai menteri juga sampai ke telinga Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212, Slamet Maarif. Nama Soetrisno disebut Slamet menjadi salah satu kader terbaik PAN disodorkan untuk menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Pernah dengar aja ada info beberapa kader terbaik PAN disodorkan selain ketum PAN, karena ketum PAN akan konsentrasi membesarkan Partai," kata Slamet saat dihubungi merdeka.com, Selasa (14/9).

Namun Slamet mengaku belum pernah berkomunikasi langsung dengan Soetrisno Bachir. Dia pun tak menjawab ketika ditanya Soetrisno Bachir sebagai sosok mendanai aksi 212.

Hanya saja, Slamet menegaskan jika Soetrisno terpilih masuk jajaran Kabinet Indonesia Maju, PA 212 akan menjaga jarak dengan PAN. Sebab hal itu sudah keputusan bersama para ulama.

"Kita masih berpegang pada ijtima ulama 4 untuk menjaga jarak dengan penguasa dan koalisinya. Jadi ketika PAN resmi koalisi dengan masuknya pak Soetrisno Bachir ya PA 212 akan jaga jarak dengan PAN," ujar dia.

Walaupun begitu, Slamet menjelaskan PA 212 tetap membuka pintu untuk tukar pikiran dengan siapapun. Hal tersebut demi kemaslahatan bangsa dan umat.

"Demi kemaslahatan bangsa dan umat Islam," kata Slamet.

Kendati begitu, dia menilai terkait urusan jabatan menteri berada pada keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Termasuk apabila Soetrisno yang dipinang menjadi menteri.

Menurut dia, Soetrisno merupakan sosok berpelangaman dalam usaha maupun perpolitikan tanah air. Dia berharap apabila nanti terpilih menjadi menteri Soetrisno amanah buat bangsa dan agama.

"Insya Allah beliau orang baik, profesional juga dan berpengalaman ya kita doakan saja semoga amanah dan membawa manfaat buat bangsa dan agama," pungkasnya.

PAN Sodorkan Soetrisno Bachir Sebagai Menteri

Untuk diketahui Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengakui mengusulkan nama Ketua Dewan Kehormatan PAN Soetrisno Bachir kepada Presiden Joko Widodo sebagai menteri. Menurut Zulkifli, Soetrisno sosok yang tepat jika Jokowi meminta kader PAN sebagai menteri karena pernah menjadi tim sukses saat Pilpres.

"Sekali lagi ini memang di luar kebiasaan, kita tidak menyodorkan. Memang pernah satu pertemuan saya menyampaikan karena ada Dewan Kehormatan PAN namanya mas Tris (Soetrisno Bachir) itu tim sukses Pak Jokowi, dulu ketua KEIN," ujar Zulkifli dikutip dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club, Senin (13/8).

Walaupun begitu pada 2018, politikus senior PAN Soetrisno Bachir berkomitmrn untuk tidak mendukung pasangan capres-cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Sebab, kata dia, Soetrisno Bachir adalah salah satu sosok yang menyarankan PAN untuk tidak mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Hal tersebut pun
disampaikan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto.

"Mas Tris lah bahkan yang pertama kali sarankan ke PAN untuk enggak dukung Pak Jokowi. Waktu itu mungkin ada beberapa orang PAN yang masih diskusi dengan Pak Jokowi kan. Jadi saya yakin Mas Tris punya komitmen pribadi yang kuat. Dia enggak akan mungkin menarik omongannya sendiri," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9).

Soetrisno Bachir Minta PAN Tak Dukung Jokowi

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan, politikus senior PAN Soetrisno Bachir memiliki komitmen yang kuat untuk tidak mendukung pasangan capres-cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Sebab, kata dia, Soetrisno Bachir adalah salah satu sosok yang menyarankan PAN untuk tidak mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Mas Tris lah bahkan yang pertama kali sarankan ke PAN untuk enggak dukung Pak Jokowi. Waktu itu mungkin ada beberapa orang PAN yang masih diskusi dengan Pak Jokowi kan. Jadi saya yakin Mas Tris punya komitmen pribadi yang kuat. Dia enggak akan mungkin menarik omongannya sendiri," kata Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/9).

Yandri mengungkapkan, Soetrisno Bachir sempat merasa kecewa karena sejak Pilkada DKI Jakarta tidak pernah diajak Jokowi untuk mengikuti rapat. Terutama setelah aksi 212, dimana Soetrisno membantu konsumsi para peserta aksi.

"Dia (Soetrisno Bachir) sangat kecewa dengan Jokowi karena beliau tidak pernah dilibatkan semenjak peristiwa 212. Jadi dia meluapkan kecewa ke Pak Jokowi. Masa saya enggak diundang lagi dalam rapat kabinet, minta ketemu juga enggak ada waktu," ungkapnya.

"Masa gara-gara saya bantu konsumsi demo 212 saya dimusuhin sama istana. Dia kan ngomong gitu. Jadi kalau hari ini ada penyampaian Mas Tris gabung Jokowi, saya yakin dia tidak akan jilat ludahnya sendiri," ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani memberikan bocoran, akan ada lagi kader dari koalisi Prabowo-Sandiaga yang merapat ke kubunya. Tak tanggung-tanggung, jabatannya adalah Ketua Dewan Penasehat PAN.

"Kalau dari PD (Partai Demokrat) kan sudah beredar. Kalau dari PAN kan Insya Allah, Soetrisno Bachir, dan kawan-kawan tetap dukung Pak Jokowi," ucap Arsul saat dikonfirmasi, Selasa (11/9).

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.