Kamis, 02 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PKS: Terlalu Dini Bicara Anies Baswedan Cawapres Prabowo

Politik

PKS: Terlalu Dini Bicara Anies Baswedan Cawapres Prabowo

Selasa, 08 Mei 2018 14:43
Liputan6.com
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan potongan tumpeng ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam Hari Ulang Tahun ke-10 Tahun yang digelar di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Sabtu (10/2).

Jakarta Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, membantah pertemuan antara Ketua tim pemenangan pemilu Gerindra Sandiaga Uno dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk melanggengkan Anies Baswedan sebagai cawapres bagi Prabowo Subianto.

Menurutnya, sikap resmi partai terkait Pilpres harus diutarakan langsung oleh Sekjen dan Ketua Umum Gerindra.

"Pak Sandi klarifikasi bahwa ketika beliau bertemu dengan Pak JK, dia tidak membicarakan masalah itu. Yang kemudian pertama kali menyebut itu adalah Pak Arief Pouyono tapi itu dibantah Pak Sandi. Nah bagaimana sesungguhnya kita perlu penjelasan langsung bukan dari pak Sandi. Tapi dari apakah Sekjen Gerindra atau dari Pak Prabowo sendiri," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/5).

"Tapi kemarin pada saat apel pemenangan di Jatim, Pak Prabowo jelas mengajak Pak Sohibul Iman untuk berparade, melihat kesiapan, dan pemenangan. Jadi saya kira terlalu dini berkesimpulan PKS bakal mengusung," tambahnya.

Menurutnya, terlalu dini jika PKS disebut mendukung Anies sebagai Cawapres Prabowo. Sebab, perlu mekanisme panjang yang mesti dirembuk bersama. PKS juga masih menunggu keputusan resmi Gerindra apakah benar mengusung Anies sebagai cawapres atau tidak.

"Termasuk terlalu dini cawapresnya adalah Pak Anies Baswedan. Ada mekanisme panjang yang harus dibicarakan dan saya kira PKS akan memberikan sikap setelah mendapatkan pernyataan sikap resmi dari Gerindra tentang masalah ini," tandasnya.

Lebih lanjut, Hidayat juga menilai lebih elegan jika Anies mengemban amanah sebagai gubernur di DKI sampai selesai masa jabatan.

"Itu lebih baik bagi semuanya, termasuk bagi warga jakarta. Sekalipun ini bukan sikap PKS tapi saya pribadi. Sekarang ini belum definitif koalisi ini dengan siapa saja. Gerindra,PKS atau ada yang lain," ucap Hidayat.

(Liputan6.com)
Politik
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2026 14:43

    Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Terapkan Transaksi Non Tunai, Riau Perkuat Pembayaran Digital Lintas Negara

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi peluncuran Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai yang diinisiasi Bank Indonesia. Langkah tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam

  • Kamis, 02 Jul 2026 14:18

    Kodim 1714/Puncak Jaya Reaksi Cepat Bantu Pemadaman Kebakaran di Kota Mulia

    Mulia - Telah terjadi peristiwa kebakaran yang menghanguskan 3 unit bangunan kios dan 1 unit Aula Kantor Distrik Mulia di Kota Lama, Jalan Trikora, Kampung Trikora, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Pap

  • Kamis, 02 Jul 2026 14:14

    Perempuan 19 Tahun Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kandis Siak, Seorang Pria Diamankan

    SIAK -  Seorang perempuan berusia 19 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan PT Gas, RT 003 RW 006, Dusun Kandis Godang, Kampung Kandis, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.Polisi menye

  • Kamis, 02 Jul 2026 14:02

    Penyidik Polres Pelalawan Agendakan Rekonstruksi Kasus Begal Sadis Tewaskan Korban di Kerumutan

    PELALAWAN - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan masih melengkapi berkas perkara kasus begal sadis yang menewaskan korbannya di Desa Pangkalan Panduk Kecamatan Kerumutan yang

  • Kamis, 02 Jul 2026 13:54

    250 Meter Kabel PJU Dicuri di Jalan Soekarno Hatta Dumai Timur, Pria Ini Pelakunya

    DUMAI â€" Seorang Warga Dumai Timur WA (29) diduga melakukan tindak pidana pencurian kabel milik Dinas Perhubungan di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, p

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor