Sabtu, 27 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • PPP Dorong Koalisi Sejak Dini untuk Susun Visi Kepemimpinan, Capres Belakangan

PPP Dorong Koalisi Sejak Dini untuk Susun Visi Kepemimpinan, Capres Belakangan

Admin
Selasa, 07 Des 2021 13:34
merdeka.com

PKS menyerukan agar parpol-parpol deklarasikan calon presiden sejak saat ini agar tidak membeli kucing dalam karung. Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani tidak sependapat jika parpol bekerjasama sejak dini untuk menentukan capres-cawapresnya.

"Kalau yang dimaksud oleh PKS dengan koalisi capres sejak dini itu adalah menentukan capres-cawapresnya, maka PPP tidak merasa perlu soal sosok paslon capres-cawapresnya disepakati sejak dini," katanya lewat pesan kepada merdeka.com, Selasa (7/12).

Arsul beralasan, pilpres 2024 masih lama dan tak perlu terburu-buru menentukan capres. Terlebih, tokoh-tokoh yang pantas dipertimbangkan saat ini sedang menjabat sebagai menteri atau kepala daerah.

"Kalau dorongan kepada sosok tersebut berlebihan, maka bisa menyebabkan yang bersangkutan nanti tidak fokus lagi pada tupoksinya saat ini," ujarnya.

Menurutnya, agar tidak membeli kucing dalam karung, yang mesti didorong adalah visi misi parpol tentang kepemimpinan 2024. Bukan tentang tokohnya lebih awal.

"Kalau mau bicara tidak membeli kucing dalam karung maka ya yang harus dibangun adalah tentang pokok-pokok pembangunan yang akan menjadi visi dan misi, bukan tentang orangnya dulu," jelasnya.

Anggota DPR ini lebih sependapat bila parpol-parpol melakukan penjajakan koalisi sejak dini untuk menyusun visi kepemimpinan nasional selanjutnya. Tujuannya agar capres-cawapres yang diusung memiliki tujuan.

"Kalau yang dimaksud dengan koalisi capres-cawapres itu parpol-parpol hendak melakukan penjajakan koalisi atas dasar kesamaan platform dan visi pemerintahan ke depan yang perlu ditekankan kepada paslon yang bersangkutan jika ingin diusung, maka ya itu baik-baik saja," pungkasnya.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyerukan agar parpol-parpol deklarasikan calon presiden sejak saat ini. Dia berharap, capres dan cawapres tak dideklarasikan di menit akhir pendaftaran ke KPU seperti yang terjadi tiap pemilu.

Mardani mengatakan, hal ini bisa membuat masyarakat lebih memahami para calon pemimpinnya. Termasuk soal koalisi yang harusnya dilakukan sejak jauh hari.

“Saya setuju parpol melakukan koalisi dan penjajakan jauh-jauh hari. Sehingga tidak membeli kucing dalam karung,” kata Mardani saat dihubungi merdeka.com, Senin (6/12).

Mardani juga yakin, akan ada kejutan besar di Pemilu 2024. Dia tak yakin, capres yang maju pada Pemilu 2024 sesuai dengan prediksi survei kekinian yakni Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Terlebih, kata Mardani, tiket pencalonan saat ini masih belum ada yang pasti didapat dari capres dengan memiliki tingkat elektabilitas tinggi versi survei.

“Waktu masih panjang dan tiket belum ada kepastian. Saat koalisi parpol sudah terjadi dan tiket sudah jelas alokasinya, maka panggung akan berubah,” tegas Mardani.

Dia yakin betul, nama-nama populer di survei akan pudar seiring berjalannya waktu. Salah satunya, karena kondisi pemilu yang terjadi saat ini.

"Kondisi ke depan dengan Pemilu rasa pandemi, rasa resesi dan rasa suksesi sangat volatile (turun naik). Dan jadi ujian ketokohan," imbuhnya.

Kuncinya, menurut Mardani, ada pada ketokohan seorang pemimpin. Dia yakin, pemimpin akan tetap bersinar menghadapi segala situasi dan kondisi ke depan. Termasuk, masa jabatan pemimpin yang habis jelang Pemilu 2024, dia yakin, tokoh tersebut tetap memiliki magnet kuat di masyarakat.

"Jika leader akan tetap bersinar. Jika bukan leader akan hilang ditelan kebisingan tokoh lain," ungkap dia.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.