Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • PPP soal Pro-integrasi Timor Timur: Prabowo Berpotensi Adu Domba

Politik

PPP soal Pro-integrasi Timor Timur: Prabowo Berpotensi Adu Domba

Jumat, 28 Des 2018 10:39
Detik.com
Jakarta - PPP menilai pernyataan capres Prabowo Subianto yang menyebut para elite di Jakarta tak paham perjuangan pro-integrasi Timor Timur ke NKRI berpotensi mengadu domba para pemimpin bangsa. Apa alasannya?

"Karena kebijakan yang dilaksanakan oleh Presiden Jokowi selama menjabat terkait dengan kepentingan masyarakat Indonesia eks Timor Timur, termasuk para pejuang tersebut, melanjutkan apa yang telah dilaksanakan oleh presiden sebelumnya, mulai Gus Dur (Abdurrahman Wahid), Megawati (Megawati Soekarnoputri), dan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)," kata Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan, Kamis (27/12/2018).

Arsul mengatakan para Presiden RI, baik yang saat ini menjabat, yakni Joko Widodo maupun presiden sebelumnya, memiliki perhatian yang sama besar terhadap pejuang pro-integrasi Timor Timur. Terutama di era Jokowi-Jusuf Kalla (JK), pemerintah serius menggarap pembangunan di daerah perbatasan Atambua, NTT.

"Tidak ada yang secara mendasar diubah ke arah lebih buruk. Bahkan dengan peningkatan pembangunan fisik di daerah perbatasan dengan Timor Leste yang dilaksanakan selama 4 tahun dilaksanakan oleh pemerintahan Jokowi-JK berdampak positif secara sosial-ekonomi pada seluruh masyarakat di sana, tentunya termasuk para pejuang eks Timor Timur yang sekarang menatap di wilayah tersebut," papar Arsul.

Saat berkunjung ke Atambua, NTT, dan bertemu para pejuang pro-integrasi Timor Timur, Prabowo menyebut elite di Jakarta tidak paham perjuangan dan pengorbanan mereka. Padahal, menurut Prabowo, para pejuang tersebut telah berkorban nyawa, keluarga, dan harta kekayaannya untuk mempertahankan kedaulatan RI.

Arsul pun melanjutkan, pernyataan itu seolah mengecilkan peran pemerintah selama ini, termasuk saat pemerintahan RI dipimpin Presiden SBY. Ia menyarankan Prabowo lebih memperhatikan diksi saat berbicara.

"Pernyataan Prabowo tersebut seolah-olah menganggap SBY pun tidak paham dengan pengorbanan mereka. Pernyataannya tersebut bisa juga dimaknai mengecilkan perhatian pemerintahan SBY terhadap para pejuang tersebut selama 10 tahun karena, sekali lagi, pemerintahan saat ini tidak sedikit pun mengurangi dengan mengubah kebijakan tersebut," kata dia.

"Sebaiknya Pak Prabowo tidak menggunakan bahasa-bahasa yang bisa dimaknai adu domba tersebut. Beliau bisa mengkomunikasikan pandangannya dengan cara lebih baik, misal dengan menyatakan, kalau terpilih, maka akan meningkatkan anggaran kesejahteraan mereka," tutup Arsul.


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:35

    Ekspor Minyak Arab Saudi Meroket Setelah Selat Hormuz Dibuka

    Sejak Amerika Serikat (AS) dan Iran menyetujui perjanjian untuk membuka kembali jalur laut Selat Hormuz bulan lalu, Arab Saudi telah meningkatkan pengiriman minyaknya. Menurut laporan dari CNBC pada J

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor