Senin, 06 Jul 2026
Pandemi, Pilkada Serentak Harus Hasilkan Pemimpin Daerah Berkualitas
Laporan: Joko Prasetyo
admin
Selasa, 25 Agu 2020 08:47
"Karena itu kami harus benar-benar memperhitungkan secara matang agar risiko tinggi penyelenggaraan Pilkada serentak namun bisa menghasilkan pemimpin daerah yang berkualitas yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang ada melawan Covid-19, " kata Mardani Ali Sera dalam Diskusi Empat Pilar MPR dengan tema "Pilkada Serentak: Hidupkan Semangat Kebangsaan di Masa Pandemi" di Media Center MPR/DPR RI, Lobi Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Senin (24/8/2020).
Mardani mengungkapkan salah satu yang diperhitungkan dalam pelaksanaan Pilkada serentak di masa pandemi Covid-19 adalah pengumpulan massa. “Kami mendorong Peraturan KPU dalam bab pengumpulan massa. Kita minta jaga jarak sekitar 2 meter. Kami juga mendesak KPU atau Bawaslu menghentikan kampanye yang tidak mengikuti protokol Covid-19,” katanya.
Mardani menambahkan agar Pilkada serentak menjadi momentum menghidupkan semangat kebangsaan, menurut Mardani Ali Sera, merupakan pekerjaan bersama. Fraksi PKS akan mengusulkan dalam RDP dengan Kemendagri, agar Pilkada serentak menjadi orkestra yang indah dan ketat.
"Pilkada serentak ini harus menunjukkan energi positif bangsa bahwa di masa pandemi Covid-19 kita bisa menyelenggarakan Pilkada yang berkualitas, tidak menjadi cluster baru Covid-19, dan hasilnya adalah kemenangan besar buat rakyat, " ujarnya..
Sementara itu Ketua Komite I DPD Fachrul Razi dan pengamat politik Maksimus Lalongkoe menyatakan hal senada. Kedua menilai penyelenggaraan Pilkada serentak lebih baik ditunda hingga pandemi Covid-19 mereda. Alasannya, kasus positif Covid-19 masih tinggi pada daerah-daerah yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak.
"Sampai saat ini kita meminta pelaksanaan Pilkada serentak ditunda ke tahun 2021, banyak daerah juga yang belum siap, " kata Fachrul Razi.
Maksimus Lalongkoe juga mengatakan alangkah eloknya bila Pilkada serentak tahun 2020 ditunda mengingat jumlah yang terkena Covid-19 terus bertambah dan banyak dampak Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat.
"Banyak masyarakat yang masih mengalami kesulitan hidup. Jangan sampai Pilkada ini justru menyulitkan rakyat di tengah pandemi Covid-19 ini, " ujarnya.(Joko)
komentar Pembaca