Politik
Politik Genderuwo Vs Rai Gedhek
Kamis, 29 Nov 2018 11:37
Jokowi duluan melontarkan diksi politikus sontoloyo sampai politik genderuwo. Politik genderuwo digambarkan Jokowi sebagai politik yang menebar ketakutan.
"Coba
kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan,
kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian.
Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika.
Masak, masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar, kan? Itu
sering saya sampaikan, itu namanya 'politik genderuwo', nakut-nakuti,"
kata Jokowi saat berpidato dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk
masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).
Meski Jokowi tak menyebut siapa genderuwo yang berpolitik, pernyataan Jokowi ini langsung jadi kontroversi. Jelas kubu pro-Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno jadi saling tuduh soal sosok genderuwo itu, sampai muncul istilah berewok istana dan terjadi perang puisi di antara kubu pro Jokowi dan Prabowo.
Kubu Jokowi langsung mengarahkan pelaku politik genderuwo itu ada di kubu seberang. Sementara kubu Prabowo pun mengembalikan serangan tajam itu.
Nah, setelah isu politik genderuwo
mulai lengser dari panggung politik nasional, giliran Prabowo menentang
bola panas. Di hadapan ribuan warga Muhammadiyah DIY, Prabowo
menyinggung para elite bangsa Indonesia rai gedhek (tidak tahu malu), suka nyolong tapi mukanya sok tak berdosa.
Hal
itu disampaikan Prabowo saat bicara tentang rakyat Indonesia yang
sekarang sudah pintar dan maju. "Mereka tahu elite di Jakarta itu pinter tapi juga suka minterin, pinter... pinter mlintir, pinter... pinter nyolong. Untuk nyolong itu harus pinter dan nekat, dan mukanya tebal, apa istilah orang Jawa? (Prabowo bertanya kepada hadirin, lalu mereka serempak menjawab: 'rai gedhek'. Lalu Prabowo melanjutkan orasi). Rai gedhek," kata Prabowo di Hotel Prima Jalan Magelang Km 11, Sleman, Rabu (28/11/2018).
"Saya lihat elite-elite di Jakarta itu rai gedhek bener, mukanya itu lo, seolah-olah ndak berdosa. Padahal rakyat nggak bodoh, rakyat tahu," lanjutnya.
Kepada siapa tudingan rai gedhek
diarahkan ke Prabowo? Apakah ini bentuk sebuah serangan terselubung
kepada Jokowi? Yang jelas, lagi-lagi isu ini jadi kontroversi baru. Ada
kedua kubu saling menerka siapa si pemilik rai gedhek ini.
Lantas, kalau para capres sibuk saling sindir dengan statement yang bikin kaget, apa kabar program dan visi-misi mereka?
(detik.com) Politik
DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Tiga Pansus Bahas Tujuh Ranperda Baru
SELATPANJANG - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti resmi membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Pembentukan regulasi baru ini dirancang untuk m
Sakit, Anggota Polres Rohul Meninggal Dunia di Kontrakannya
Keluarga besar Polres Rokan Hulu berduka atas meninggalnya salah seorang personelnya, Aipda Jhon Meydianto Sinaga, Banit 1 SPKT Polres Rokan Hulu, yang wafat akibat sakit pada Kamis (2/7/2026) sekitar
Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal
TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa
Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi
Kronologi Pesawat Dibakar dan Ditembak KKB di Papua, Pilot Meninggal Dunia
Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi penembakan pesawat perintis di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunun