Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Postingan Capres Picu Pembunuhan, Sandi: Turunkan Tensi Politik

Politik

Postingan Capres Picu Pembunuhan, Sandi: Turunkan Tensi Politik

Jumat, 30 Nov 2018 14:45
Detik.com
Jakarta - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyesalkan adanya kasus pembunuhan yang berawal dari postingan soal capres di Madura, Jawa Timut. Baginya, pemilu harus menjaga persatuan.

"Jadi buat apa masyarakat saling gontok-gontokan, saya selalu bilang kalau kampanye harus damai menjaga ukhuwah kita, Islamiyah, dan wathoniyah," ucap Sandiaga kepada wartawan di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (30/11/2018).

Sandiaga menilai perbedaan dalam Pemilu 2019 adalah hal wajar. Perbedaan jangan dijadikan sebagai alasan untuk berseteru.

"Jangan disikapi dengan begitu negatif. Mari kita justru gunakan perbedaan kita ini untuk membangun Indonesia lebih baik," kata Sandiaga.

Sandiaga pun mengingatkan soal komitmen kampanye damai. Untuk itu, dia meminta jangan ada sikap saling provokasi.

"Kalau kita komitmen dengan kampanye damai, sejuk, kita harus turunkan tensi politik kita, jangan saling memprovokasi, itu harapan kita ke depan," ucap Sandiaga.

Sebelumnya, Idris (30) menembak Subaidi (40) pada Rabu (21/11) lalu. Persoalan ini bermula ketika akun Idris berkomentar di laman Facebook seseorang yang mem-posting 'Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini'. Akun milik Idris memberikan komentar 'Saya pingin merasakan tajamnya pedang tersebut'.

Keesokan harinya, Idris didatangi seseorang yang tidak terima atas komentar Idris di laman Facebook itu. Kepada orang yang mendatangi itu, Idris mengatakan akun Facebook miliknya sudah tidak bisa dia kendalikan karena ponsel miliknya sudah dijual.

Sehari kemudian, viral video yang memperlihatkan Idris saat didatangi orang tersebut. Polisi menyatakan posting-an di video itu dibumbui kalimat yang menyudutkan dan mengancam Idris. Idris, yang tidak terima dengan video itu, kemudian menghampiri Subaidi, yang diketahui merupakan pengunggah video itu. Idris menembak Subaidi di dada kiri hingga akhirnya tewas.


(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 13:14

    DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Tiga Pansus Bahas Tujuh Ranperda Baru

    SELATPANJANG - DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti resmi membentuk tiga Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Pembentukan regulasi baru ini dirancang untuk m

  • Jumat, 03 Jul 2026 13:12

    Sakit, Anggota Polres Rohul Meninggal Dunia di Kontrakannya

    Keluarga besar Polres Rokan Hulu berduka atas meninggalnya salah seorang personelnya, Aipda Jhon Meydianto Sinaga, Banit 1 SPKT Polres Rokan Hulu, yang wafat akibat sakit pada Kamis (2/7/2026) sekitar

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:27

    Jaga Kelestarian Lingkungan Polisi Minta Warga Kuantan Mudik Tinggalkan Tambang Emas Ilegal

    TELUK KUANTAN - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus menjadi ancaman serius bagi kelestarian alam di Kabupaten Kuantan Singingi. Guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah, apa

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:25

    Prabowo dan Lukashenko Luncurkan Roadmap Kerja Sama Bilateral

    Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko resmi meluncurkan peta jalan (roadmap) penguatan kerja sama bilateral kedua negara. Dokumen tersebut akan menjadi

  • Jumat, 03 Jul 2026 11:22

    Kronologi Pesawat Dibakar dan Ditembak KKB di Papua, Pilot Meninggal Dunia

    Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi penembakan pesawat perintis di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunun

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor