Jumat, 03 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • Prabowo Dapat 40% di Survei Internal, Tim Jokowi: Nggak 100%?

Politik

Prabowo Dapat 40% di Survei Internal, Tim Jokowi: Nggak 100%?

Jumat, 07 Des 2018 16:31
Detik.com
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuat survei internal yang hasilnya Prabowo-Sandi mendapat 40 persen dan bakal menyalip Jokowi-Ma'ruf. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin lalu menyindir hasil survei itu.

"Kalau internal diklaim sudah nyalip ya biasa namanya juga internal ya. Kenapa mereka nggak sekalian ngomong kami sudah menang 100 persen dan Pak Jokowi sudah ketinggalan jauh? Itu saja sekalian biar asyik gitu menang dalam survei internal mereka," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, saat dihubungi, Jumat (7/12/2018).

Menurut Karding angka survei yang dirilis lembaga survei saat ini masih mengunggulkan Jokowi-Ma'ruf dengan perolehan 53 atau 52 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga Uno di angka 33 atau 34 persen.

Oleh karena itu, menurut Karding, angka 40 persen hasil survei internal Prabowo-Sandi adalah klaim sepihak sehingga dia tak mempermasalahkan hasilnya.

"Kalau soal angka-angka survei seperti itu, pengakuan internal ya dia bisa mengatakan dia sudah menang. Ya namanya juga klaim nggak apa-apa itu untuk mempengaruhi semangat masyarakat dan pendukungnya," kata Karding.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuat survei internal terkait Pilpres 2019. Hasilnya, Prabowo-Sandiaga kini memperoleh 40 persen menurut survei internal tersebut.

"Dari survei kita November kemarin, alhamdulillah Prabowo-Sandi sudah 40 persen, cuma beda 4 persen dari Jokowi," kata Jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, kepada detikcom.

Saat ini memang, kata Andre, Jokowi-Ma'ruf Amin masih unggul. Tapi selisihnya hanya 4 persen dengan Prabowo-Sandi. Prabowo-Sandi disebut Andre sudah naik 15 persen sejak ditetapkan sebagai pasangan capres-cawapres.

"Kalau menurut tren, insyaallah Januari nyalip Jokowi," kata Andre.



(detik.com)
Politik
Berita Terkait
  • Jumat, 03 Jul 2026 16:08

    BC Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 652 iPhone Bekas Ilegal dari Malaysia

    BENGKALIS â€" Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkalis berhasil menggagalkan upaya masuknya 652 unit handphone bekas merek iPhone ilegal melalui Pelabuhan Pe

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:06

    Polisi Ungkap Kasus Narkotika 500 Gram di Pangkalan Kuras Pelalawan

    PELALAWAN â€" Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Dusun II Seimedang, Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Rab

  • Jumat, 03 Jul 2026 16:04

    65 Personel Polres Rokan Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan

    TANAHPUTIH-Sebanyak 65 personel Polres Rokan Hilir menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Personel Polres Rokan Hilir Periode 1 Juli 2026. Upacara berl

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:34

    Taspen dan Kemenag RI Integrasikan Data Pernikahan untuk Permudah Layanan ASN

    PT TASPEN (Persero) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang

  • Jumat, 03 Jul 2026 15:03

    Ditangkap KPK, Bupati Langkat Diduga Terima Suap Proyek

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Langkat, Syah Afadin dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara, Kamis (2/7/2026).Syah Afadin diamankan bersama enam orang lainn

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor