Sabtu, 27 Jun 2026
  • Home
  • Politik
  • Rais Aam Dipilih Melalui Musyawarah, Ketum PBNU Lewat Voting

Rais Aam Dipilih Melalui Musyawarah, Ketum PBNU Lewat Voting

Admin
Kamis, 23 Des 2021 14:45
merdeka.com

Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar ke-34 NU, KH Syahrizal Syarif menjelaskan mekanisme pemilihan antara Rais Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU. Rais Aam akan dipilih secara musyawarah mufakat atau model ahlul halli wal aqdi (AHWA).

AHWA akan diisi sembilan nama ulama yang diusulkan oleh Pengurus Cabang NU dan Pengurus Wilayah NU se-Indonesia. Sembilan nama terpilih itu nantinya akan memilih Rais Aam PBNU untuk menggantikan KH Mifctahul Akhyar.

"Ada satu perbedaan antara pemilihan Rais Aam dengan ketum PBNU. Rais Aam itu ditetapkan melalui musyawarah oleh sembilan formatur baik pengurus cabang dan wilayah itu masing-masing ajukan sembilan nama, yang menurut mereka sembilan nama ini cocok jadi Rais Aam, mereka jadi formatur," katanya di Bandar Lampung, Kamis (23/12).

Sedangkan, Ketum PBNU dipilih melalui pemilihan langsung atau vote. Mereka yang boleh memilih adalah anggota sah PWNU dan PCNU.

"Ketum PBNU ditetapkan melalui sistem one man one vote, semua cabang 560, itu semua mempunyai suara tentu saja ada ketentuan mereka harus ada dalam status yang sah," jelasnya.

Syahrizal menambahkan, total suara di Muktamar ke-34 NU sekitar 560.361. Minimal, para kandidat calon ketum PBNU harus mengantongi 99 suara.

"Dalam AD/ART kita, minimal seseorang itu mencalonkan diri sebagai calon ketua umum PBNU, minimal mendapat dukungan 99 persen suara," tandasnya.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.