Politik
Sandiaga akan Paparkan Program Wirausaha Era Digital di Debat Cawapres
Sabtu, 16 Mar 2019 09:22
"Ya kan hasil survei menunjukan begitu, salah satu masalahnya kan lapangan kerja, lapangan kerja itu bukan jadi pekerja tapi wirausaha. Dan kita tertinggal wirausaha kita dibandingkan dengan negara lain, ini lah yang antara lain akan disampaikan oleh Pak Sandi membangun entrepreneurship yang inovatif di era digital ini," kata Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sodik Mujahid, saat dihubungi, Jumat (15/3/2019).
Sodik mengatakan program yang dipaparkan Sandiaga itu ditujukan untuk mendorong Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam mempercepat munculnya para wirausahawan muda. Terkait nama program, dia mengatakan Sandiaga bakal mengumumkannya saat debat.
"Kita akan dorong Bekraf itu adalah bagian dari mitra, dari ruang untuk mempercepat program pembangunan-pembangunan wirausahawan muda. Namanya apa saja, nanti kita umumkan," tuturnya.
Dia menyatakan Sandiaga juga akan membahas program Prabowo Subianto-Sandiaga di bidang pendidikan. Salah satunya ialah program menghubungkan dunia sekolah dengan dunia kerja dan memperkuat nilai Pancasila serta karakter bangsa.
"Menata kembali konsep visinya. Kemudian link and match di zaman Pak Harto dulu sangat terkenal bagaimana keterkaitan dunia sekolah dengan lapangan pekerjaan, bukan hanya orientasi kepada dunia, tapi semua itu tetap diberikan nilai Pancasila, jati diri indonesia," tuturnya.
Sementara itu di bidang kesehatan, Sodik mengatakan Sandiaga sudah menyiapkan program untuk menyediakan layanan kesehatan terjangkau. Dia juga menyatakan Sandiaga bakal membeberkan program untuk mengatasi masalah kesejahteraan tenaga kesehatan di Indonesia.
"Kita harus memberikan perhatian kepada dokter dan RS yang belum dibayar, kita juga harus memberikan kepada tenaga menengah kesehatan. Kesehatan yang terjangkau, kesehatan yang memberikan, katakanlah kesejahteraan lahir dan batin tapi juga ternasuk ke pelakunya ke tenaga medis," ujar Sodik.
Untuk bidang sosial dan budaya, Sodik mengatakan Sandiaga bakal membicarakan program untuk mengembalikan gotong royong sebagai jati diri bangsa. Dia mengatakan budaya Indonesia sebenarnya santun dan tidak menghalalkan segala cara seperti fitnah dan hoax untuk mendapat sesuatu.
"Sosial budaya, kita ingin kembali ke jati diri Indonesia yang gotong royong, santun, tidak menghalalkan segala cara, tidak hoax, fitnah," ucap Sodik.
Selain bicara soal program yang nantinya bakal dipaparkan Sandiaga, Sodik juga menyebut Sandiaga menyiapkan strategi berdebat yang produktif. Dia menyatakan Sandaiga bakal mentaati semua aturan dan etika dalam debat.
Baca juga: Pengangguran bakal Jadi Isu 'Panas' di Debat Ma'ruf Amin-Sandi
"Dia akan berhadapan dengan senior dan ulama mantan anggota dewan juga, tentu kita akan menyiapkan cara berkomunikasi, cara debat yang tetap produktif tapi sesuai dengan rambu-rambu dan sesuai dengan etika," jelasnya.
Restrukturisasi AI: Ancaman Bagi Yang Diam, Peluang Bagi Yang Belajar
Angka 80% perusahaan global melakukan restrukturisasi tim akibat adopsi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) bukan lagi sekadar wacana futuristik. Gelombang ini telah menghantam pesisir
5 Rekomendasi Kolam Renang Seru di Jakarta untuk Liburan Keluarga
JAKARTA - Renang bukan sekadar olahraga yang menyehatkan, melainkan juga menjadi salah satu aktivitas rekreasi yang paling seru untuk anak-anak. Bermain air, meluncur di perosotan, hingga sekadar
Hindari Makanan Ini Biar Ginjalmu Tetap Sehat!
JAKARTA - Kalau kamu punya penyakit ginjal, sangat penting buat selalu memantau asupan natrium (garam), kalium, dan fosfor. Ginjal itu punya tugas berat, mulai dari menyaring darah, membuang zat
5 Lokasi Wellness Retreat di Indonesia, Bikin Healing Jadi Maksimal
JAKARTA - Lagi merasa lelah sama rutinitas dan butuh detox dari stres harian? Salah satu cara paling oke untuk menyeimbangkan tubuh dan pikiran adalah wellness retreat, liburan yang fokus dengan
Sudah Kenyang tapi Masih Ingin Makan Terus? Ini Cara Mengatasinya
JAKARTA - Pernah merasa baru saja selesai makan dalam porsi besar, tetapi tak lama kemudian muncul keinginan untuk makan lagi? Jika kondisi ini terjadi sesekali mungkin masih tergolong