(FotoGoriau.com)
SELATPANJANG - Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru meningkatkan pengawasan terhadap produk pangan yang beredar di masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah minimarket di Kota Selatpanjang, Selasa (10/3/2026).
Sidak yang dipimpin langsung Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, Alex Sander, S.Farm., Apt., M.H., itu menyasar salah satu minimarket di kawasan Jalan Teuku Umar, tepatnya di sekitar SMP Negeri 1 Selatpanjang.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga didampingi Dinas Kesehatan serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Tim menyisir berbagai produk makanan dan minuman yang dipajang di rak penjualan, mulai dari memeriksa izin edar, masa kedaluwarsa, hingga kondisi kemasan produk.
Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar mengatakan kegiatan pengawasan tersebut rutin dilakukan, terutama menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Tujuannya untuk memastikan produk makanan dan minuman yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi.
"Alhamdulillah pada hari ini kami bersama BBPOM Provinsi, Dinas Kesehatan dan OPD terkait turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan di sejumlah minimarket," ujar Asmar.
Ia menegaskan, pengawasan ini penting dilakukan guna memastikan produk yang dijual kepada masyarakat layak edar dan tidak mengandung bahan berbahaya.
"Di Kabupaten Kepulauan Meranti kegiatan ini rutin kita lakukan untuk mengecek mana produk yang pantas dijual dan mana yang tidak. Apalagi saat ini memasuki bulan suci Ramadan dan sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idulfitri," jelasnya.
Dari hasil pengecekan sementara, kata Asmar, belum ditemukan produk pangan yang mengandung bahan berbahaya, baik dari produk lokal maupun luar daerah.
"Sejauh ini belum ditemukan barang-barang atau produk yang menggunakan bahan berbahaya. Namun pengawasan akan terus kita lakukan," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BBPOM Pekanbaru Alex Sander menjelaskan bahwa pengawasan pangan selama Ramadan dilakukan secara intensif bersama pemerintah daerah.
"Hari ini kami dari Balai Besar POM Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perindag Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadan," katanya.
Ia menyebutkan, tim telah melakukan pengecekan di beberapa lokasi penjualan. Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah produk dengan kemasan rusak serta produk yang telah kedaluwarsa.
"Tadi kita menemukan beberapa produk yang sudah kedaluwarsa dan ada juga kemasan yang rusak. Produk-produk tersebut langsung diminta untuk diretur oleh pihak distributor atau pengelola toko," jelas Alex.
Menurutnya, produk dengan kondisi kemasan rusak, penyok, maupun yang telah melewati masa berlaku tidak diperbolehkan untuk dijual kepada masyarakat.
"Tujuan kegiatan ini untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti selama Ramadan," ujarnya.
Selain memeriksa produk yang dijual di minimarket, tim juga berencana melakukan pengawasan terhadap makanan siap saji yang dijual masyarakat selama Ramadan.
"Kita akan melakukan pengujian terhadap sekitar 22 sampel takjil untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti formalin, boraks maupun pewarna yang tidak diperbolehkan," terangnya.
Alex juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan produk pangan yang diduga ilegal, rusak, atau tanpa izin edar.
"Silakan masyarakat melaporkan ke BBPOM atau Dinas Kesehatan jika menemukan produk yang mencurigakan, sehingga bisa segera ditindaklanjuti," tutupnya.
Sumber: GoRiau.com
Pemerintahan