Senin, 06 Jul 2026
  • Home
  • Politik
  • TKN Tanggapi Demokrat: Jangan Sedikit-sedikit Salahkan Jokowi!

Politik

TKN Tanggapi Demokrat: Jangan Sedikit-sedikit Salahkan Jokowi!

Kamis, 14 Mar 2019 09:36
Achmad Baidowi (Dok. Pribadi)
JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik justru menyalahkan capres petahana Joko Widodo saat menanggapi sindiran Wantimpres Agum Gumelar kepada Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung Prabowo Subianto. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin pun heran atas sikap PD.

"Sebaiknya janganlah ketidakberdayaan membangun koalisi lalu menyalahkan Jokowi. Jangan sedikit-sedikit menyalahkan Pak Jokowi. Nanti AHY nggak menang di Pilkada DKI dibilang salahnya Jokowi. Lalu AHY tak maju capres dibilang salahnya Jokowi juga?" ujar Wakil Direktur Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi, kepada wartawan, Kamis (14/3/2019).

"Sebaiknya Rachland berpikir realistis saja sebagai petinggi partai," sambungnya.

Pria yang akrab disapa Awiek itu pun menyebut pernyataan Rachland soal Jokowi yang memilih Prabowo sebagai capres pesaingnya di Pilpres 2019 adalah mengada-ada. Awiek menegaskan tak ada campur tangan dari Jokowi atas pilihan Prabowo untuk maju sebagai capres.

"Wah, itu pernyataan ngaco. Tak ada desain Jokowi sengaja memilih Prabowo sebagai pesaing di pilpres," tegas Awiek.

Politikus PPP itu juga menepis tudingan Rachland bahwa parpol koalisi Jokowi memaksakan presidential threshold (PT) 20% dalam Pilpres 2019 dengan memakai ulang hasil Pemilu 2014. Awiek menegaskan ketentuan ketentuan PT itu berlaku sejak 2009.

"Ketentuan presidensial threshold 20% kursi atau 25% suara berlaku sejak 2009 yang melahirkan 3 paslon. Artinya, kalau parpol-parpol mau membentuk poros baru bisa saja, termasuk Demokrat. Namun pada 2014 demokrat tak mengambil sikap. Baru 2019 mengambil sikap dan itu pun di akhir. Jika tetap abstain, maka 2024 tak bisa lagi ikut ajukan capres," tuturnya.

"Lalu kenapa hasil Pemilu 2014 dipakai lagi sebagai acuan? Karena tidak ada larangan dari MK dan MK tidak membatalkan threshold. MK hanya memerintahkan pemilu serentak," sambung Awiek.

Sebelumnya, dalam video pernyataannya yang beredar luas, Wantimpres Agum Gumelar menyesalkan sikap SBY yang mendukung Prabowo. Pasalnya, SBY merupakan anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang meneken surat pemberhentian terhadap Prabowo.

Partai Demokrat kemudian menjawab sindiran Agum terhadap sang ketua umum. Menurut Rachland, SBY sama sekali tak bisa disalahkan dalam kaitannya dengan dukungan kepada Prabowo. Seharusnya yang disalahkan adalah Jokowi.

"Salahkan Pak Jokowi. Berapa banyak yang memilih Pak Prabowo menjadi presiden, baru akan kita ketahui bulan depan, April. Tapi siapa yang memilih Pak Prabowo sebagai satu-satunya calon presiden pesaing Pak Jokowi sudah dari awal kita ketahui, tak lain adalah Pak Jokowi sendiri," kata Rachland.


Sumber: detik.com
Politik
Berita Terkait
  • Minggu, 05 Jul 2026 19:56

    Restrukturisasi AI: Ancaman Bagi Yang Diam, Peluang Bagi Yang Belajar

    Angka 80% perusahaan global melakukan restrukturisasi tim akibat adopsi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) bukan lagi sekadar wacana futuristik. Gelombang ini telah menghantam pesisir

  • Minggu, 05 Jul 2026 17:28

    5 Rekomendasi Kolam Renang Seru di Jakarta untuk Liburan Keluarga

    JAKARTA - Renang bukan sekadar olahraga yang menyehatkan, melainkan juga menjadi salah satu aktivitas rekreasi yang paling seru untuk anak-anak. Bermain air, meluncur di perosotan, hingga sekadar

  • Minggu, 05 Jul 2026 17:25

    Hindari Makanan Ini Biar Ginjalmu Tetap Sehat!

    JAKARTA - Kalau kamu punya penyakit ginjal, sangat penting buat selalu memantau asupan natrium (garam), kalium, dan fosfor. Ginjal itu punya tugas berat, mulai dari menyaring darah, membuang zat

  • Minggu, 05 Jul 2026 17:23

    5 Lokasi Wellness Retreat di Indonesia, Bikin Healing Jadi Maksimal

    JAKARTA - Lagi merasa lelah sama rutinitas dan butuh detox dari stres harian? Salah satu cara paling oke untuk menyeimbangkan tubuh dan pikiran adalah wellness retreat, liburan yang fokus dengan

  • Minggu, 05 Jul 2026 17:22

    Sudah Kenyang tapi Masih Ingin Makan Terus? Ini Cara Mengatasinya

    JAKARTA - Pernah merasa baru saja selesai makan dalam porsi besar, tetapi tak lama kemudian muncul keinginan untuk makan lagi? Jika kondisi ini terjadi sesekali mungkin masih tergolong

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor