Politik
Titiek Dinilai Ngawur Ingin Kembalikan RI ke Orde Baru
Kamis, 22 Nov 2018 16:37
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menyebut Indonesia sudah saatnya kembali seperti masa pemerintahan Presiden Soeharto. Menurutnya, di masa Orde Baru semua harga sandang pangan papan terjangkau oleh masyarakat.
Pernyataan Titiek di akun Twitternya itu sontak menuai pro dan kontra. Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar menilai, jika ada politisi yang menginginkan agar Indonesia kembali ke era Orde Baru, politisi tersebut sedang sakit.
"Kalau ada yang mau balik ke zaman Soeharto, atau mau mempraktikkan otoritarianisme gaya baru, menurut saya memang pedagang politik di Indonesia sedang sakit," kata mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) itu.
Menurutnya, era Soeharto sudah tak mungkin lagi bisa kembali. Dia menilai apa yang diungkapkan Titiek adalah romantisme belaka.
"Tapi, bahwa otoritarianisme bisa selalu terjadi," katanya.
Dia meminta publik waspada soal kemungkinan adanya deal politik di koalisi capres soal pencabutan TAP MPR XI Tahun 1998. Namun demikian, sejauh ini dia menilai tidak ada urgensinya buat mencabut TAP MPR tersebut.
"Tapi apa dasar situasinya untuk mencabut TAP MPR XI Tahun 1998? Sejauh ini tidak ada. Tidak bisa polarisasi politik dijadikan dasar, karena jadi debat lagi dalam MPR yang nantinya terdiri dari dua kubu," katanya.
Lebih lanjut dia menilai di musim politik seperti sekarang ini, banyak politisi yang berbicara ngawur. Dia pun menilai pernyataan Titiek tersebut adalah pernyataan yang ngawur.
"Hari begini banyak orang bicara ngawur, termasuk si Titiek Soeharto itu. Bicara tapi tidak pernah berimajinasi soal praktik dan dampaknya. Cuma modal duit dan channel aja komentar soal hukum," katanya.
Sementara itu, Wasekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik menyatakan, otoriterisme era Orde Baru tak mungkin dibangkitkan di era seperti sekarang ini. Dia menegaskan Partai Demokrat tak akan mendukungnya.
"Ya tidak mungkin kalau dari segi otoriterisme, saya kira bagaimana mau dibangkitkan dalam demokrasi sekarang ini," kata dia.
TNI Kejar KKB Penembak Pilot AS di Papua
Jakarta - TNI melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pelaku penembakan Nicholas F. Goselin, pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY di Bandara Ipdeheik, Kampung
Gempa M 6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara
Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah barat daya Pulau Doi, Maluku Utara. Getarannya terasa pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 10.31 WITA.Berdasarkan data BMKG, pusat gempa be
Wako Pekanbaru Sampaikan Rekomendasi dalam Rakernas APEKSI ke-18, Program MBG Tetap Dilanjutkan
PEKANBARU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap berlanjutkan karena program stategis ini bukan hanya untuk memenuhi gizi anak.Namun juga berdampak kepada sendi perekonomian.Hal ini menjadi
VIRAL Aipda Yudhie Tewas saat Lawan Bandar Narkoba di Kalteng: Bareskrim Polri Turun ke Lokasi
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri turun tangan untuk menyelidiki kasus gugurnya Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam oper
Terkini, Daftar 7 Tersangka Kasus Korupsi MBG
Kasus dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berkembang. Penyidik menetapkan Brigadir Jenderal Polisi Lalu Muhammad Irwan Mahardan sebagai tersangka baru. Sehingga jumlah ters