Sabtu, 08 Agu 2026
  • Home
  • Politik
  • Waketum MUI Tekankan Pentingnya Pemimpin Adaptif Digital di Era Transformasi

Politik

Waketum MUI Tekankan Pentingnya Pemimpin Adaptif Digital di Era Transformasi

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 08 Agu 2026 11:30
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, menegaskan pentingnya adaptasi pemimpin terhadap transformasi digital. Pernyataan ini disampaikan dalam acara penting di Jakarta, menyoroti dinamika kepemimpinan. Beliau menekankan bahwa adaptasi ini krusial untuk relevansi dan efektivitas di berbagai sektor.

Marsudi Syuhud menyampaikan pandangannya pada Silaturahmi Nasional Majelis Alumni IPNU. Acara tersebut mengangkat tema "Kepemimpinan NU yang Adaptif terhadap Perubahan Sosial" pada Jumat (7/8). Ia menyoroti teknologi digital sebagai bagian tak terpisahkan dari perubahan sosial.

Menurutnya, digitalisasi adalah instrumen krusial dalam tata kelola organisasi modern. Ini juga penting untuk pelaksanaan dakwah yang efektif di masa kini. Kemampuan beradaptasi teknologi membuka peluang baru. Ini membantu menjangkau dan berkomunikasi dengan generasi muda.Digitalisasi sebagai Instrumen Penting Tata Kelola Organisasi
KH Marsudi Syuhud menggarisbawahi bahwa digitalisasi telah mengubah lanskap operasional dan strategis banyak organisasi, termasuk yang bersifat keagamaan dan kemasyarakatan. Ia menyatakan, "Digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan instrumen penting dalam tata kelola organisasi modern dan dakwah masa kini." Pandangan ini menegaskan bahwa adopsi teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga relevansi dan efisiensi.

Perkembangan teknologi digital merupakan bagian integral dari perubahan sosial yang memerlukan respons adaptif dari para pemimpin. Respons ini mencakup cara pengelolaan organisasi hingga metode pelaksanaan dakwah agar pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan secara efektif. Pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi akan lebih siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital ini.

Selain itu, kemampuan beradaptasi dengan teknologi juga sangat penting untuk membangun jembatan komunikasi dengan generasi muda. Generasi yang akrab dengan dunia digital memerlukan pendekatan yang berbeda dalam penyampaian informasi dan nilai-nilai. Dengan demikian, organisasi dapat tetap terhubung dan relevan dengan segmen masyarakat yang vital ini.Membangun Legacy dan Menyatukan Perbedaan
Lebih lanjut, Marsudi Syuhud menekankan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk adaptif secara teknologi, tetapi juga harus meninggalkan karya nyata yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan organisasi. Ia menegaskan, "Seorang pemimpin, baik memimpin rumah tangga, organisasi, maupun negara, harus punya legacy atau tinggalan. Hukumnya wajib. Jangan sampai tidak punya peninggalan yang bermanfaat." Pesan ini menggarisbawahi pentingnya dampak konkret dari setiap kepemimpinan.

Karya nyata ini dapat berupa inovasi, program yang berkelanjutan, atau kebijakan yang membawa perubahan positif. Keberadaan legacy yang bermanfaat akan menjadi penanda keberhasilan kepemimpinan dan sumber inspirasi bagi generasi selanjutnya. Ini juga menjadi bukti komitmen pemimpin terhadap kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Selain itu, Marsudi juga menyoroti pentingnya kemampuan pemimpin dalam membangun gagasan-gagasan inovatif, menyatukan berbagai perbedaan pandangan, dan mendorong kerja sama yang konstruktif. Kemampuan ini krusial untuk mencapai tujuan bersama dan meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota masyarakat atau organisasi.Relevansi Organisasi Keagamaan di Era Digital
Marsudi Syuhud menyimpulkan bahwa perpaduan antara nilai-nilai kepemimpinan yang kuat dengan kemampuan memanfaatkan teknologi adalah kunci utama. Kombinasi ini diperlukan agar organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dapat terus relevan dan mampu merespons secara efektif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat. Tanpa adaptasi ini, risiko ketertinggalan dan hilangnya relevansi akan semakin besar.

Organisasi harus proaktif dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam setiap aspek operasionalnya, mulai dari administrasi, komunikasi, hingga penyampaian dakwah. Dengan demikian, mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar di tengah masyarakat yang terus berubah.

Pentingnya Pemimpin Adaptif Digital semakin terasa di tengah dinamika global saat ini. Kepemimpinan yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan membawa manfaat nyata akan menjadi tulang punggung bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan umat.(merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/politik/read/8264917/waketum-mui-tekankan-pentingnya-pemimpin-adaptif-digital-di-era-transformasi

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki