Bincang-bincang Persoalan Banjir dan Penanganannya Bersama Bupati Zukri
Laporan: Febri. S
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 05 Nov 2021 12:52
Siapa sangka, ditengah ramainya, gelombang para netizen menumpahkan kegelisahan tentang banjir. Ternyata bupati Zukri diam-diam di suatu kesempatan ditengah hujan lebat ditengah kesunyian malam menyusuri berbagai parit mencari titik persoalan banjir di kota Pangkalan Kerinci.
Aksi senyap ini, tidak seorang warga kota Pangkalan Kerinci mengetahuinya. Lantaran memang kondisi hujan lebat. Tidak memungkinkan juga bagi warga keluar dari rumah terlebih lagi ditengah malam.
SPIRITRIAU.com pun memperoleh sepenggal informasi penting dari orang terdekatnya, tentang aksi bupati Zukri diam-diam turun tangan ditengah hujan lebat, ditengah malam berjalan kaki menyusuri parit. Aksi itu mutlak ia lakukan, mencari sumber masalah terjadi banjir di kota Pangkalan Kerinci.
Bahkan SPIRITRIAU.com, berkesempatan berbincang-bincang santai ikwal persoalan banjir serta penanganannya, khusus yang terjadi di Pangkalan Kerinci, Kamis (4/11/2021) sore kemarin. Dalam perbincangan santai seraya, melihat langsung pekerjaan alat berat dari Dinas PUPR dan DLH di beberapa titik di kota Pangkalan Kerinci.
Menurunkan alat berat, adalah gerak cepat yang dilakukan pemda Pelalawan, setidaknya, sedikit bisa mengurai air agar tidak terlalu menumpuk terlalu lama. Tidak itu saja, gerak cepat ini, bukti nyata, bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat.
Menurut bupati Zukri dirinya, bersama SPIRITRIAU.com meninjau langsung alat-alat berat yang sedang bekerja, mengatasi otlet-otlet pembuangan akhir air diberbagai parit yang berada di hilir. Persoalan banjir di kota Pangkalan Kerinci, parit-parit atau drainase, baik yang di hulu atau di hilir seluruhnya, nyaris bermasalah.
Kata bupati Zukri untuk hulunya, berada ditengah pemukiman masyarakat sementara hilir untuk pembuangan besar ada dua titik. Pertama di sungai Kerinci dan satu lagi bermuara ke Sungai Kampar.
Persoalan saat ini kata dia pemicu banjir itu disebabkan drainase-drainase menuju pembuangan akhir banyak bermasalah. Tapi sebagian, lantaran memang pembuangan sungai Kerinci, sudah terlanjur meluber, sehingga air tertahan dan tidak bisa lagi mengalir.
Untuk langkah cepatnya, adalah saat ini pemda menurun alat berat melakukan pembersihan dan pelebaran dibeberapa parit utama. Misalnya, di Kelurahan Kerinci timur ada tiga parit utama yang menjadi perhatian serius, airnya nanti bermuara ke Sungai Kampar.
"Kita sudah petakan untuk kecamatan Pangkalan Kerinci terdapat dua kelurahan yang berpotensi ancaman banjir sangat kuat. Kelurahan Kerinci Timur urainya kemana, Kelurahan Kerinci kota urainya, kemana, termasuk dia desa Makmur dan secara jangka panjang tentunya, kita siapkan," ujarnya.
Misalnya, Kelurahan Kerinci Kota termasuk desa Makmur akan dibangun embung dan kanal utama yang dialirkan menuju Sungai Kerinci. Sementara di Kelurahan Kerinci Timur akan dibuat juga kanal tiga titik otlet. Tiga-tiganya tembus ke Sungai Kampar.
"Tadi malam kita rapat sampai larut malam, memetakan penanganan cepat atau jangka panjang. Seperti Misalnya, alat berat yang diturunkan hari ini kerja dimana dan tuntasnya, seperti apa. Sebetul untuk Kerinci Timur sudah terpetakan, hanya saja, di Kerinci kota kita agak kesulitan, lantaran memang sudah ada genangan air," paparnya.
Persoalan banjir adalah musuh bersama tidak saja mutlak tanggung pemerintah, bupati Zukri berpesan kepada masyarakat sadar dengan lingkungan masing-masing. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, akan tetapi bupati Zukri tegaskan bahwa pemerintah harus hadir ditengah masyarakat.
"Pemerintah harus hadir situasi ini dan saya atas nama bupati Pelalawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mana sejauh ini belum memberikan penanganan maksimal mengatasi masalah banjir. Lantaran memang dalam waktu enam bulan ini kita tentu belum maksimal, tapi yakin lah berikan kami waktu semoga ditahun depan banjir seperti ini tidak terjadi lagi, buangan air bisa diurai," bebernya.
Sesungguhnya, persoalan banjir di Kota Pangkalan Kerinci sudah menumpuk-numpuk terus, sudah bertahun-tahun dan mesti diurai kembali. Dicarikan solusi untuk jangka panjang. Bukan solusi sesaat.
"Artinya persoalan banjir ini sudah menumpuk. Kita harus carikan solusi jangka panjang. Buang airnya kemana, apa yang harus kita ambil tindakan. Jika dia dipinggir sungai memang kondisi alam, akibat luapan sungai Kampar," paparnya.
Pada kesempatan itu ia menghimbau kepada masyarakat, jika membangun disepanjang drainase. Pembangunan gorong-gorongnya, jangan terlalu kecil. Lantaran resikonya, nanti pasti dibongkar.
Dirinya pun sudah memprediksi persoalan banjir ini terjadi. Hal ini mengingat intesitas hujan yang cukup tinggi. "Dari awal kita memang sudah prediksi, titik banjir banyak terjadi di Pangkalan Kerinci, tapi kita tetap bekerja memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," tandasnya.***
BanjirBupati Zukri
Masa Tanggap Darurat Bencana di Tanah Datar Sumbar Diperpanjang 14 Hari
SUMBAR-Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memastikan akan memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang. Perpanjangan tersebut diambil karena masih banyaknya korban yang belum ditemukan dan
10 Orang yang Dilaporkan Hilang Akibat Banjir Lahar Dingin Sumbar Masih Dicari Tim SAR Gabungan
JAKARTA-Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian orang hilang yang dilaporkan pasca bencana lahar dingin di Sumatera Barat. Hingga hari ke-13 Tim SAR Gabungan masih mencari sebanyak 10 orang.
PMI Kirim 10 Mobil Air Tangki Bersih untuk Bantu Korban Banjir Sumbar
JAKARTA-Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), meninjau langsung lokasi bencana banjir bandang lahar dingin di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, S
BNPB: Korban Meninggal Banjir Bandang Sumbar Bertambah Jadi 50 orang
JAKARTA- BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia terdampak banjir lahar dingin dan longsor yang menerjang 6 kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah. Hingga kini tercatat seba
Banjir Bandang dan Lahar Dingin, Jumlah Korban Meninggal Bertambah Jadi 34 Orang
PADANG - Pasca banjir bandang dari lahar dingin Gunung Marapi yang melanda 3 daerah di Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu malam, jumlah korban sudah mencapai 34 orang hal itu dikatakan