Kegiatan Kemensos RI
Dinsos Kab. Siak Ikuti Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Wilayah 1 Tahun 2020 di Surabaya
Laporan : Roy
admin
Kamis, 20 Feb 2020 00:35
SIAK - Bidang Pemerdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin di Dinas Sosial Kabupaten Siak mengikuti Sosialisasi Program Penanganan Fakir Miskin Wilayah 1 tahun 2020 di Hotel Harris Resort Surabaya, Selasa (19/2/2020).
Kegiatan program penanganan fakir miskin itu digelar oleh Direktorat Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diikut 181 Kabupaten/Kota dan 11 Provinsi di wilayah Sumatra dan Jawa Barat dengan tema " Bantuan Soisal (KUBE, RS -RUTILAHU & SARLING) Hadir untuk Indonesia Maju dan Sejahtera.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Kabupaten Siak, Yani Hamzah saat diwawancara oleh wartawan mengatakan, kegiatan itu membicarakan tentang penanganan KUBE, evaluasi dan monitoring KUBE yang diterima tahun 2019 dan 2020, dalam program penanganan fakir miskin di daerah dan penyelesaian serta, mencari solusi permasalahan yang dihadapi di daerah terhadap program untuk masyarakat fakir miskin.
"Program penanganan fakir miskin itu sesuai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dan sinergisitas antara Program Kementrian Sosial dengan Dinas Sosial di Provinsi dan Daerah, "kata Yani Hamzah.
Dalam acara itu lanjut Yani Hamzah, khusus Provinsi Riau diikuti masing masing Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial, utusan dari 12 Kabupaten/Kota ditambah 1 dari provinsi.
"Yang diundang oleh Direktorat Penangan Pemberdayaan Sosial dan Fakir Miskin Kementrian Sosial itu, adalah seluruh Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial untuk wilayah 1 yakni Sumatra dan Jawa Barat,"ungkap Yani.
Sementara Staf Ahli Kementerian Sosial, Angga Rasyid mengharapkan Kementerian dan Dinas Sosial disetiap daerah dapat menyelesaikan terutama masalah data masyarakat miskin.
"Ini kita dilakukan supaya terarah dan tepat sasaran agar angka kemiskinan disetiap daerah semakin menurun. Bukan seperti data penerima program Sembako dan PKH tidak sesuai dengan kenyataanya, malah bertambah sedangkan pemerintah pusat melalui kementrian sosial mengatakan angka kemiskinan di Indonesia turun,"kata Angga Rasyid***