Selasa, 26 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Ekoteologi Ramadan, Wujud Nyata Keimanan dalam Kepedulian Sosial

Berita

Ekoteologi Ramadan, Wujud Nyata Keimanan dalam Kepedulian Sosial

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 23 Feb 2026 09:36
(FotoMediaCenterRiau)
PEKANBARUâ€" Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan diri untuk menumbuhkan kesadaran sebagai khalifah fil ardhi, yakni pemimpin di muka bumi yang diberi amanah oleh Allah SWT untuk menjaga dan melestarikan alam semesta.

Hal tersebut disampaikan saat tausiyah ramadan  di Masjid Raya An Nur, Pekanbaru dengan tema “Ekoteologi Ramadan: Iman yang Menjaga Lingkungan dan Sosial”

“Di bulan Ramadan, kita bukan hanya dilatih menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih diri menjadi pribadi yang memiliki kesadaran sebagai khalifah di bumi, yang diberi amanah untuk menjaga dan melestarikan alam,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai ibadah puasa harus tercermin dalam sikap dan perilaku yang membawa kemaslahatan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

“Kita harus mampu menghadirkan kemaslahatan bagi diri dan lingkungan. Jangan sampai merusak bumi yang telah Allah ciptakan dengan begitu sempurna,” tegasnya.

Menurutnya, pesan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 56 yang melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya.

Lebih lanjut, Muliardi menjelaskan bahwa puasa mengajarkan pola hidup sederhana, pengendalian hawa nafsu, serta menjauhi sikap boros dan mubazir.

“Ketika kita mengurangi konsumsi yang tidak perlu, menghindari pemborosan makanan saat sahur dan berbuka, serta menggunakan air dan energi secara bijak, sejatinya kita sedang mengamalkan nilai puasa dalam bentuk kepedulian ekologis,” jelasnya.

Ia juga menyinggung berbagai bencana alam yang terjadi belakangan ini sebagai pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan amanah bersama. Penebangan liar, pembuangan sampah sembarangan, serta pembangunan yang mengabaikan keseimbangan ekosistem, menurutnya, menjadi faktor penyebab banjir dan longsor.

“Momentum Ramadan mengingatkan kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Puasa mengajarkan kita menahan diri dari segala tindakan yang merugikan, termasuk merusak alam. Mari mulai dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan menanam pohon demi menjaga keseimbangan alam,” pungkasnya.

Melalui tausiyah tersebut, diharapkan nilai-nilai Ramadan tidak berhenti pada aspek ritual semata, tetapi juga terimplementasi dalam kepedulian sosial dan ekologis sebagai wujud nyata keimanan.
Sumber: (MediaCenterRiau)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.