KUANSING-Wakil Bupati (Wabup) Kuantang Singingi, H.Halim menghibau umat Islam Kuantan Singingi (Kuansing) selalu bersyukur dan bersabar terutama bagi jamaah haji dari Kuantan Singingi yang tertunda keberangkatan untuk menunaikan ibadah haji tahun 2020. Beliau berharap dengan terus meningkatkan rasa syukur serta doa, mudah-mudahan pada tahun 2021 para jemah haji yang tertunda bisa melaksanakan haji tersebut.
Hal tersebut disampaikannya usai pelaksanaan sholat Idul Adha di Masjid Al Muhajirin, Jalan Proklamasi, Sungai Jering, Teluk Kuantan, Jum’at (31/07/2020). Dikatannya, pelaksanaan ibadah haji bukan hanya dari Kuangsing yang ditunda keberangkatannya, tetapi secara menyeluruh di Indonesia sesuai himbauan dari pemerintah Arab Saudi. “ mari kita terus berdoa dan meningkatkan rasa syukur dan semoga tahun depan calon jamaah haji bisa menunaikannya dengan ijin Allah,” Ungkapnya.
Sementara itu pada pelaksanaan ibadah Sholat Idul Adha tersebut dimulai pukul 07.30 WIB hingga Pukul 09.00 WIB. Sebelum pelaksanaan sholat pengurus Masjid Al Muhajirin yang di wakili oleh Amin Suparni, menjelaskan untuk kurban pada tahun ini berjumlah 25 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang terbagi di 1 masjid dan 2 mushalla yang berada di Lingkungan 1, Keluarahan Sungai Jering. “ khusus di Masjid Al Muhajirin sebanyak 16 ekor sapi dan 5 ekor Kambing dan pelaksanaan penyembelihannya sendiri akan dilakukan pada Hari Sabtu tgl 1 Agustus 2020,” Katanya
Dijelaskannya pula, untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Disebabkan masih besarnya potensi penyebaran covid 19, maka penyembelihan dilakukan dengan terbatas orang serta diwakili beberapa orang saja dari masyarakat yang berkurban. Pada pelaksanaannya nanti, diharapkan semua panitia dan peserta kurban bisa mengikuti arahan dari panitia terutama perihal tetap dilaksanakannya protocol kesehatan Covid 19.
Sedangkan pada pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid Muhajirin dilaksanan dengan tertib dan aman. Bertindak sebagai Imam adalah Imam Masjid, Mujiono dengan khatib Ustad Arian Arianto, S.Hi. Ketika menyampaikan khutbah Idul Adha usai pelaksanaan sholat, beliau mengajak agar umat islam selalu meningkatkan rasa syukur dan selalu menghargai waktu yang sudah diberikan Allah SWT. “ waktu yang sudah diberikan oleh Allah hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah kepadaNya,” ungkapnya
.
Begitu pentingnya soal waktu sehingga banyak ayat dan hadits yang menitik beratkan pentingnya manusia menghargai waktu dan memanfaatkan dengan baik. Dalam hitungan tahun ada 4 bulan yang didalamnya jika kita melaksanaan ibadah akan digandakan pahalanya, sebaliknya jika berbuat dosa maka balasannya juga berlipatganda. Empat bulan Haram dimaksud adalah Bulan Muharram, Rajab, Dzulqaidah, dan Zulhijah. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.
Sementara itu khusus di Bulan Dzulhijjah ada banyak amal yang bisa dilakukan umar islam dalam rangka meninfkatan ketaqwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Diantara banyak amalan yang bisa dilakukan adalah Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) yang pahalanya dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu. Ibadah lainnya memperbanyak Dzikir dan Takbir,Menunaikan Ibadah Haji dan Umroh, Berkurban dan lain sebagainya.
Usai pelaksanaan Sholat Idul Adha, umat muslim yang mengikutinya bubar secara tertib serta, sedangkan pihak kepolisian juga terlihat dalam pengamanan agar pelaksanaan ibadah umat muslim berjalan lancar. Ibadah sholat tahun ini dilaksanakan oleh umat muslim di masjid dilingkungan masing-masing tidak terpusat dilapangan luar seperti tahun-tahun sebelumnya. Peserta sholat juga dianjurkan menggunakan masker, membawa peralatan ibadah masing-masing dari rumah, karena sesuai anjuran pemerintah pelaksaan ibadah sholat idul adha tetap memperhatikan protokol Kesehatan. (gus)
Sosial