Teknologi
Daun Tumbuhan Ini Berwarna Biru Menyala di Kegelapan
Kamis, 27 Okt 2016 09:50
BRISTOL – Sebuah penelitian baru yang
dipublikasi di Nature Plants mendeskripsikan sebuah tumbuhan yang
memiliki daun berwarna biru. Tumbuhan tersebut diberi nama begonia pavonin.
Berbeda dari tumbuhan yang memiliki daun berwarna hijau, pavonin adalah organisme yang fotosintesisnya bergantung pada cahaya yang berbeda dari kloroplas. Inilah yang membuatnya berwarna biru menyala.
Begonia pavonin tumbuh di Asia Tenggara dan mampu beradaptasi dengan cahaya Matahari
yang sangat minim. Dengan kata lain, dia hidup di cahaya remang hingga
gelap di bawah kanopi daun-daun besar hutan tropis. Dia menggunakan
struktur fotosintesis bernama iridoplas. Seperti kloroplas, struktur ini
menyediakan mesin SELULER untuk berfotosintesis.
Iridoplas juga mengumpulkan cahaya dan menggunakannya untuk membuat molekul yang mengumpulkan energi. Di sistem kloroplas, mereka mengandalkan klorofil, pigmen yang menyerap warna merah dan biru yang memancarkan warna hijau.
Namun iridoplas memiliki bentuk struktur yang berbeda. Satu lapisan dengan lainnya terpisah oleh lapisan cair tipis yang hampir mirip pancake yang ditempelkan dengan sirup maple. Hasilnya menjadi sama seperti apa yang terjadi ketika minyak ditumpahkan di atas air di genangan.
"Cahaya yang melewatinya dibengkokkan sedikit, itulah yang
disebut campuran. Jadi inilah yang disebut dengan cahaya warna-warni
yang berkelap-kelip," ujar Heather Whitney, ahli tumbuhan dari
University of Bristol di Inggris.
Layering iridoplasts ini menyebabkan cahaya yang menabrak
jaringan mereka membengkok lagi dan lagi, sehingga menciptakan kilau
yang sangat dramatis. Lebih penting, memungkinkan struktur untuk
menyerap jenis cahaya yang tersedia di lanskap hitam di bawah kanopi
hutan yang panjang gelombangnya seperti merah dan hijau. Hanya cahaya
biru yang akan dipantulkan kembali, dan itulah yang terlihat oleh
manusia.
Whitney dan rekan-rekannya juga berpikir bahwa layering
juga menyebabkan cahaya bereaksi lebih lambat dengan bahan kimia
fotosintesis dalam struktur, memungkinkan pengumpulan cahaya lebih
efisien.
Bagi Whitney, temuan ini menawarkan bukti lebih lanjut dari fleksibilitas tanaman 'yang luar biasa'. Sebab, tumbuhan tidak dapat bergerak ketika kondisi tidak menguntungkan. Mereka harus menemukan cara lain untuk beradaptasi dengan dunia di sekitar mereka. Sering kali adaptasi itu berbentuk kimia seperti evolusi dari fotosintesis kimia ungu di awal Bumi, yang sangat cocok untuk panjang gelombang cahaya yang tersedia pada saat itu. (Okezone.com)
TPA Muara Fajar Segera Miliki Pembangkit Listrik Biogas Berkapasitas 3 Megawatt
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melakukan terobosan besar dalam menangani krisis sampah dengan menggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Riau untuk menghadirkan teknologi Waste to Energy (WT
Vivo V70 Series Segera Meluncur di Indonesia dalam Dua Model
JAKARTA â€" vivo Indonesia mengonfirmasi kehadiran vivo V70 Series di Indonesia dalam dua model, yaitu vivo V70 dan vivo V70 FE. Seperti seri V pendahulunya, vivo V70 Series juga akan berfokus pada pe
Mahasiswa Ciptakan Alat Pembakaran Sampah Minim Asap, Lebih Ramah Lingkungan
JAKARTA â€" Mahasiswa Universitas Budi Luhur menciptakan alat pembakaran sampah dengan emisi asap yang lebih rendah, di Desa Sanghiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Inovasi dari Kelompok KKN Maja
Dukung Operasi yang Andal, PHR Luncurkan 'Power Bank' Raksasa MSU-003 Amankan Listrik Zona Rokan
ROKAN HILIR-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan terus mencatatkan capaian strategis yang akan memperkuat fondasi operasional kelistrikan di Wilayah Kerja Rokan. Proyek prioritas dari Subholding U
Pemanggilan 13 Distributor BBM di Riau Belum Dijadwalkan
PEKANBARU-Dari 19 distributor BBM yang mengantongi Ijin Niaga Umum (INU), 6 di antaranya sudah dipanggil dan dievaluasi oleh DPRD Riau pada 02 Oktober lalu. Sementara 13 distributor lainnya hingga kin