Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Teknologi
  • Rusia Blokir Sebagian Fitur Panggilan WhatsApp dan Telegram

Tehnologi,

Rusia Blokir Sebagian Fitur Panggilan WhatsApp dan Telegram

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 14 Agu 2025 10:41
okezone.com
Rusia mulai membatasi sejumlah fitur panggilan di Telegram dan WhatsApp setelah menuduh kedua platform tersebut gagal berbagi informasi dengan penegak hukum dalam kasus penipuan dan terorisme. Pembatasan terhadap kedua aplikasi perpesanan ini diumumkan oleh Kementerian Pengembangan Digital Rusia pada Rabu (13/8/2025).

Rusia telah berselisih dengan platform teknologi asing selama beberapa tahun terkait konten dan penyimpanan data, dalam sengketa yang memanas sejak invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Para kritikus mengatakan Rusia berupaya memperluas kendalinya atas ruang internet di negara tersebut.

Presiden Vladimir Putin telah mengesahkan pengembangan aplikasi perpesanan yang didukung negara dan terintegrasi dengan layanan pemerintah, sebagai bagian dari upaya Moskow membangun apa yang disebutnya “kedaulatan digital” dengan mempromosikan layanan lokal serta mengurangi ketergantungan pada platform seperti WhatsApp dan Telegram.

“Untuk menangkal kejahatan... berbagai langkah sedang diambil demi membatasi sebagian panggilan pada layanan perpesanan asing ini,” demikian kantor berita Interfax mengutip pernyataan regulator komunikasi Roskomnadzor. “Tidak ada pembatasan lain yang diberlakukan atas fungsi mereka.”

Pemilik WhatsApp, Meta Platforms, dan Telegram tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Telegram, dalam tanggapannya kepada surat kabar harian Rusia RBC, menyatakan menolak seruan untuk melakukan kekerasan dan penipuan di platformnya, serta mengklaim bahwa moderator mereka menggunakan perangkat kecerdasan buatan (AI) untuk memantau bagian publik dan menghapus jutaan pesan berbahaya setiap hari.

Akibat pembatasan tersebut, panggilan suara di Telegram hampir tidak berfungsi sejak 11 Agustus dan panggilan WhatsApp tidak bisa dilakukan, dengan suara yang terputus-putus dan terdengar “dengung logam,” menurut laporan Reuters.

Kementerian Pengembangan Digital menyatakan Telegram dan WhatsApp telah mengabaikan permintaan berulang kali untuk mengambil langkah menghentikan penyalahgunaan platform mereka untuk aktivitas penipuan dan terorisme.

Tindakan pemblokiran, yang hanya berlaku untuk panggilan, akan dicabut jika platform tersebut mematuhi hukum Rusia, kata kementerian itu.

Persyaratan itu meliputi membuka badan hukum di Rusia, mematuhi seluruh hukum Rusia tanpa syarat, serta bekerja sama dengan Roskomnadzor dan penegak hukum, ujar Anton Gorelkin, wakil ketua komite teknologi informasi parlemen.

Meta dicap sebagai organisasi ekstremis oleh Moskow sejak 2022, tetapi WhatsApp"yang masih banyak digunakan di Rusia"tetap diizinkan beroperasi. Aplikasi perpesanan ini sudah menerima sejumlah sanksi karena gagal menghapus informasi yang dilarang oleh Rusia.

Bulan lalu, Gorelkin menyebut WhatsApp harus siap meninggalkan pasar Rusia. Sementara, anggota parlemen lainnya menyebut keberadaan WhatsApp di Rusia sebagai pelanggaran keamanan nasional.

Para kritikus telah menyuarakan kekhawatiran bahwa aplikasi perpesanan baru buatan negara Rusia dapat memantau aktivitas pengguna, serta menyarankan Rusia mungkin sengaja memperlambat kecepatan WhatsApp demi mendorong migrasi pengguna ke platform baru tersebut.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Tehnologi
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jun 2026 11:47

    Polres Indragiri Hulu Gelar Bakti Sosial HUT Bhayangkara Ke-80

    Rengat-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Indragiri Hulu melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan bersilaturahmi sekaligus menyalurkan bantuan semba

  • Minggu, 14 Jun 2026 20:34

    Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP

    INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli

  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.