Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Teknologi
  • Rusia Blokir Sebagian Fitur Panggilan WhatsApp dan Telegram

Tehnologi,

Rusia Blokir Sebagian Fitur Panggilan WhatsApp dan Telegram

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 14 Agu 2025 10:41
okezone.com
Rusia mulai membatasi sejumlah fitur panggilan di Telegram dan WhatsApp setelah menuduh kedua platform tersebut gagal berbagi informasi dengan penegak hukum dalam kasus penipuan dan terorisme. Pembatasan terhadap kedua aplikasi perpesanan ini diumumkan oleh Kementerian Pengembangan Digital Rusia pada Rabu (13/8/2025).

Rusia telah berselisih dengan platform teknologi asing selama beberapa tahun terkait konten dan penyimpanan data, dalam sengketa yang memanas sejak invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022. Para kritikus mengatakan Rusia berupaya memperluas kendalinya atas ruang internet di negara tersebut.

Presiden Vladimir Putin telah mengesahkan pengembangan aplikasi perpesanan yang didukung negara dan terintegrasi dengan layanan pemerintah, sebagai bagian dari upaya Moskow membangun apa yang disebutnya “kedaulatan digital” dengan mempromosikan layanan lokal serta mengurangi ketergantungan pada platform seperti WhatsApp dan Telegram.

“Untuk menangkal kejahatan... berbagai langkah sedang diambil demi membatasi sebagian panggilan pada layanan perpesanan asing ini,” demikian kantor berita Interfax mengutip pernyataan regulator komunikasi Roskomnadzor. “Tidak ada pembatasan lain yang diberlakukan atas fungsi mereka.”

Pemilik WhatsApp, Meta Platforms, dan Telegram tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Telegram, dalam tanggapannya kepada surat kabar harian Rusia RBC, menyatakan menolak seruan untuk melakukan kekerasan dan penipuan di platformnya, serta mengklaim bahwa moderator mereka menggunakan perangkat kecerdasan buatan (AI) untuk memantau bagian publik dan menghapus jutaan pesan berbahaya setiap hari.

Akibat pembatasan tersebut, panggilan suara di Telegram hampir tidak berfungsi sejak 11 Agustus dan panggilan WhatsApp tidak bisa dilakukan, dengan suara yang terputus-putus dan terdengar “dengung logam,” menurut laporan Reuters.

Kementerian Pengembangan Digital menyatakan Telegram dan WhatsApp telah mengabaikan permintaan berulang kali untuk mengambil langkah menghentikan penyalahgunaan platform mereka untuk aktivitas penipuan dan terorisme.

Tindakan pemblokiran, yang hanya berlaku untuk panggilan, akan dicabut jika platform tersebut mematuhi hukum Rusia, kata kementerian itu.

Persyaratan itu meliputi membuka badan hukum di Rusia, mematuhi seluruh hukum Rusia tanpa syarat, serta bekerja sama dengan Roskomnadzor dan penegak hukum, ujar Anton Gorelkin, wakil ketua komite teknologi informasi parlemen.

Meta dicap sebagai organisasi ekstremis oleh Moskow sejak 2022, tetapi WhatsApp"yang masih banyak digunakan di Rusia"tetap diizinkan beroperasi. Aplikasi perpesanan ini sudah menerima sejumlah sanksi karena gagal menghapus informasi yang dilarang oleh Rusia.

Bulan lalu, Gorelkin menyebut WhatsApp harus siap meninggalkan pasar Rusia. Sementara, anggota parlemen lainnya menyebut keberadaan WhatsApp di Rusia sebagai pelanggaran keamanan nasional.

Para kritikus telah menyuarakan kekhawatiran bahwa aplikasi perpesanan baru buatan negara Rusia dapat memantau aktivitas pengguna, serta menyarankan Rusia mungkin sengaja memperlambat kecepatan WhatsApp demi mendorong migrasi pengguna ke platform baru tersebut.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Tehnologi
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 08:24

    KAMPAK Rohil Kembali Protes, Pertanyakan Kinerja Aparat Rohil

    Rokan Hilir-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategis pada Rabu (22/04/2026).A

  • Kamis, 23 Apr 2026 08:04

    Kapolda Riau Tekankan Pendekatan Humanis, Kunci Bangun Kepercayaan Publik di Era Digital

    Pekanbaru-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik terhadap Polri terletak pada pendekatan yang humanis dan komunikasi yang efektif di tengah derasny

  • Minggu, 19 Apr 2026 11:30

    Dua Paket Sabu Disita, Polres Dumai Ringkus Tersangka di Bukit Kapur

    DUMAI - Berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai bergerak cepat hingga berhasil mengungkap kasus peredaran sabu di wila

  • Jumat, 17 Apr 2026 20:14

    Mahasiswa Geruduk Polres Rohil Minta Copot Kapolres Rohil

    UJUNGTANJUNG-Sekitara 50 gabungan Mahasiswa Rohil mengadakan aksi unjuk Rasa Kamis (17-4-2026) di dipan Mapolres Rokan Hilir.Mahasiswa bergerak dari Kota Bagansiapiapi sekitar pukul 14.00 Wib dan samp

  • Jumat, 17 Apr 2026 11:57

    Satres Narkoba Polres Dumai Amankan Paket Sabu Dari Dua Tempat Yang Berbeda

    DUMAI-Gerak cepat aparat Satres Narkoba Polres Dumai kembali membuahkan hasil dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika di wilayah Dumai Selatan. Berdasarkan laporan masyarakat yang ditindaklanjuti

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.