Travel
Nostalgia Suasana Tempoe Doeloe di Rumah Kopi Nuansa Alam Ranosaut
Jumat, 01 Feb 2019 15:23
BUAT kamu yang mengaku penggemar kopi, sudah pernah merasakan ngopi sambil menikmati suasana jadul ala-ala jaman tempo dulu? Kalau belum, kamu wajib merasakan sensasi ngopi di Rumah Kopi Nuansa Alam Ranosaut.
Rumah kopi yang terletak di Jalan raya Tondano, Suluan, Tombulu, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara ini tempatnya unik karena didesain ala jaman dahulu kala, baik dari segi furniturnya yang serba dari kayu dan bambu, makanan dan minumannya pun disajikan dalam wadah tempurung atau batok kelapa serta gelas bambu.
Selain itu, letaknya yang berada jauh dari hiruk pikuk perkotaan dengan keindahan alam pedesaan serta hamparan pepohonan nan hijaunya membuat kamu serasa berada di dimensi lain.
Rumah Kopi yang didirikan Bertha Van Der Meer Moningka bersama suaminya Jacob Van Der Meer yang berasal dari Belanda ini ternyata sudah cukup lama dibangun, namun baru populer sekitar beberapa bulan belakangan.
"Ini sudah sekitar 10 tahun usaha ini, tapi belum terbuka, belum terlalu ramai, nanti orang mulai kenal sejak 4 bulan lalu sampai sekarang, mungkin sudah waktunya Tuhan berkenan," ujar Imelda Moningka selaku pengelola
Menu andalan dan selalu dicari orang di tempat ini yakni Kopi gula merah, kopi tradisional dengan gula merah sebagai pemanisnya. Selain itu juga ada menu tradisional lain, di antaranya Tinutuan, gohu cuka saguer, kue onde-onde dan kue cucur yang fresh karena dibuat ketika ada yang pesan.
Pilihan minuman lainnya yang tidak kalah enak yakni saguer, minuman beralkohol khas dari Minahasa, yang berasal dari pohon aren. Rasanya manis dan asam serta mengandung alkohol dengan kadar rendah.
"Saguer di sini manis, dari pagi sampai sore pun tetap manis," kata Imelda.
Pengunjung yang datang ke tempat ini bukan hanya lokal saja, dari mancanegara juga ada, di antaranya dari Belanda yang sebagian besar merupakan teman-teman dari sang pemilik sendiri, Jacob Van Der Meer.
"Ngopi di sini suasananya beda dengan di perkotaan, suasana alam di sini cukup asri serta nuansa jaman dulunya sangat terasa," ujar Indah Pesik, salah seorang pengunjung asal Sonder, Kabupaten Minahasa.
Di tempat ini juga disediakan spot-spot untuk berfoto dengan latar belakang kolam ikan serta pemandangan alam yang hijau nan asri. Untuk harga makanan, rumah kopi Nuansa Alam Ranosaut menawarkan harga yang sangat ramah di kantong mulai dari Rp5 ribu sampai Rp15 ribu.
Untuk sampai ke rumah kopi Nuansa Alam Ranosaut ini jarak tempuh hanya 49 menit dari Kabupaten Minahasa atau 51 menit dari Kota Manado. Letaknya yang tepat di pinggiran jalan raya membuat tempat ini tidak sulit untuk ditemukan.
(Okezone.com)
Traveler
Satlak Tri Cakti dan Tim Gabungan Bongkar Upaya Penyelundupan 8 Ton Bijih Timah ke Luar Negeri, Selamatkan Potensi Penerimaan Negara Rp7,4 Miliar
Bangka â€" Tim Gabungan Satlap Tri Cakti, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Pusintelmar, Tim Intel Korem 045/Garuda Jaya (GY), Lanal Babel, dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati
KPID DKI Jakarta Sambut 499 Tahun Jakarta: Lawan Darurat Informasi, Hidupkan Kembali Ruang Publik Lewat Televisi dan Radio
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad perjalanannya, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat budaya
Muktamar Mendekat, Cak Imin Minta Pemain Politik Keluar dari NU
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar merespons dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 pada Agust
Bantu Saudara Serantau, Lumpo Sapayuang Riau Gelar Sunatan Massal Gratis Perdana
PEKANBARU â€" Meski baru dikukuhkan pada April 2026 lalu, Persatuan Lumpo Sapayuang (PLS) Provinsi Riau periode 2025-2030 langsung merealisasikan program sosial bagi masyarakat perantauan asal Nagari
Serangan Israel Tewaskan 28 Orang di Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
JAKARTA - Pemerintah Iran memutuskan kembali menutup lalu lintas perairan vital Selat Hormuz, Sabtu (20/6/2026). Langkah tegas ini merupakan imbas langsung dari serangan pesawat tempur Israel di Leban