Travel
Cantiknya Lilin Raksasa Vihara Tertua di Cirebon yang Diburu Pencinta Fotografi
Selasa, 05 Feb 2019 16:52
SESEORANG yang senang menggeluti dunia fotografi, tentunya akan mencari tempat yang menarik untuk memuaskan hasratnya, terutama dalam mengabadikan sesuatu. Salah satu Kota yang memiliki spot foto menarik adalah Kota Cirebon. Tercatat, Kota ini memiliki 73 situs bersejarah dengan pesonanya tersendiri.
Sebut saja tempat peribadatan umat Budha di Cirebon, yakni Vihara Dewi Welas Asih. Vihara tertua di Cirebon dan sekitarnya ini, menyimpan berbagai keunikan yang tidak dimiliki tempat lainnya, khususnya dalam perayaan Imlek. Pada momen tersebut, Vihara Dewi Welas Asih akan memasang ratusan lilin bewarna merah secara berurutan, mulai dari yang terkecil hingga berukuran raksasa.
Banyak komunitas fotografi yang mendatangi tempat tersebut. Tak hanya mengabadikan momen, namun ada juga dari mereka yang datang untuk mencari tahu, makna dari pemasangan ratusan lilin tersebut. Muhammad Jufri salah satunya. Dirinya mengaku sangat tertarik dengan lilin raksasa tersebut.
"Ini sangat menarik, apalagi ada yang berukuran raksasa, " ujarnya, kepada Okezone, Senin (4/2/2019) malam.
Dengan bermodalkan Kamera handphonenya, ia sangat leluasa mengabadikan berbagai angle foto dari lilin raksasa tersebut.
"Tadi ada yang menyalakan lilin raksasanya, jadi saya tadi cari sudut pengambilan gambar yang menarik, " ucap dia.
Sementara itu, di tempat yang sama, Pembina Umat Budha Vihara Dewi Welas Asih, Romo Djunawi menjelaskan, makna dari lilin-lilin tersebut adalah sebagai lambang penerangan. Maksudnya, saat dalam mengarungi perjalanan hidup, masyarakat Tionghoa berharap supaya diberi kemudahkan dan kelancaran, seperti lilin yang menyinari kehidupan. Lilin-lilin yang dinyalakan malam ini, tentu menambah suasana khidmat saat berdoa di Vihara.
Selain memiliki makna penerangan, ratusan lilin yang sudah dipesan oleh satu dan dua orang atau lebih tersebut, dimaksudkan untuk bernazar pada Imlek tahun ini. Lilin yang berukuran raksasa sendiri, biasanya dipesan dengan harga Rp.45 juta. Lilin-lilin itu biasanya disumbangkan oleh masyarakat Tionghoa di Cirebon, namun sebagian ada juga yang didatangkan dari Semarang.
Selain lilin raksasa, para fotografer juga biasanya akan mengabadikan patung Dewi Kwan Im. Patung tersebut sudah ada sejak masyarakat Tionghoa datang ke Cirebon. Ada juga jangkar kapal, yang diketahui dimiliki oleh armada besar Laksamana Cheng Ho, saat datang ke Cirebon.
Sumber: okezone.com
KPID DKI Jakarta Sambut 499 Tahun Jakarta: Lawan Darurat Informasi, Hidupkan Kembali Ruang Publik Lewat Televisi dan Radio
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad perjalanannya, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat budaya
Muktamar Mendekat, Cak Imin Minta Pemain Politik Keluar dari NU
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar merespons dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 pada Agust
Bantu Saudara Serantau, Lumpo Sapayuang Riau Gelar Sunatan Massal Gratis Perdana
PEKANBARU â€" Meski baru dikukuhkan pada April 2026 lalu, Persatuan Lumpo Sapayuang (PLS) Provinsi Riau periode 2025-2030 langsung merealisasikan program sosial bagi masyarakat perantauan asal Nagari
Serangan Israel Tewaskan 28 Orang di Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
JAKARTA - Pemerintah Iran memutuskan kembali menutup lalu lintas perairan vital Selat Hormuz, Sabtu (20/6/2026). Langkah tegas ini merupakan imbas langsung dari serangan pesawat tempur Israel di Leban
Jelang Soekarno Cup U-17, DPD PDI Perjuangan Riau Pastikan 12 Daerah Siap Berlaga
PEKANBARU â€" DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau mematangkan persiapan pelaksanaan Turnamen Soekarno Cup I U-17 Tahun 2026 melalui agenda technical meeting yang diikuti perwakilan dari 12 DPC PDI Perjua