travel
Hadiri Global Leader Summit di Singapura, Sandiaga Sebut Ekraf Kunci Pembangunan Berkelanjutan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 12 Mar 2024 11:30
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, salah satu kunci dalam pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia adalah dengan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf).
Sandi melihat sektor ekraf menjadi sektor penting selain ekonomi ekstraktif. Memajukan ekonomi kreatif sama halnya dengan membangun negeri secara menyeluruh karena dampak yang diciptakan sangat signifikan.
“Di antaranya mendorong penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat, peningkatan pendapatan dan ekspor, hingga menjadi media promosi keragaman budaya Indonesia melalui produk yang dihadirkan,” ujar Sandi dalam 'Freeside Chat Session on Global Leadership Summit 2024' di National Gallery Singapore, mengutip website resmi Kemenparekraf.
Data pada 2023 menunjukkan bahwa ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia sebesar USD24,32 miliar dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp1.414 triliun atau setara dengan USD94 miliar.
Angka tersebut dipengaruhi oleh tiga subsektor ekonomi kreatif unggulan tanah air yakni kuliner, fesyen dan kriya.
Untuk memperkuat infrastruktur ekonomi kreatif dan memitigasi dampak dari perlambatan ekonomi global, pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf/Baparekraf melakukan sejumlah upaya di antaranya meningkatkan akses pembiayaan, meningkatkan manajemen IP (Intelectual Property), hingga menciptakan dan memperluas jejaring ekonomi kreatif.
Selain itu, ada harapan besar untuk masa depan Indonesia yakni kehadiran bonus demokrasi yang didominasi oleh generasi milenial dan Z.
Di mana generasi tersebut harus dioptimalkan melalui program reskilling, upskilling, dan new skilling sehingga mampu memainkan peran strategis sebagai kontributor kemajuan ekonomi.
"Generasi yang gemar mengeksplorasi ide-ide kreatif dan berjiwa kompetitif dalam menghadapi tantangan apapun harus menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan," tutur Sandi.
Peluang yang juga perlu dibidik adalah pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan teknologi di dalam industri kreatif. Menurut Sandi, AI dapat mengoptimalkan proses desain di berbagai bidang, yang mengarah ke waktu produksi yang lebih cepat dan biaya yang lebih rendah.
“Dan ini adalah salah satu peluang terbesar bagi industri kreatif untuk tumbuh dalam dua tahun ke depan, guna meningkatkan inovasi dan membuka kemungkinan kreatif baru,” tandasnya.