Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Traveler
  • Ke Bali Belum Lengkap Tanpa Nikmati Pemandangan Jatiluwih

Ke Bali Belum Lengkap Tanpa Nikmati Pemandangan Jatiluwih

Admin
Senin, 23 Nov 2020 15:10
okezone.com

Liburan akhir tahun segera tiba. Meski berlangsung di tengah pandemi, orang tetap berbondong-bondong untuk mengobati rasa penat dengan berlibur, tentunya dengan tetap patuh terhadap protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah ya!

Bali, selalu menjadi tujuan favorit para wisatawan yang ingin refreshing dan menghabiskan liburan bersama keluarga. Bali memang selalu menghadirkan sentuhan tradisi yang begitu melekat di hati para wisatawan. Apalagi, jika Anda melipir ke wilayah Tabanan, Anda akan menemukan panorama cantic Desa Jatiluwih.

Desa Jatiluwih terkenal dengan daya tarik keindahan alam sawah terasering dan juga merupakan warisan budaya yang telah diakui UNESCO. Lokasinya yang berada di kaki Gunung Batukaru menambah kesejukan udara dan panorama gunung yang indah. Untuk sampai ke Desa Jatiluwih dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dari Kota Denpasar.

Desa Jatiluwih juga dikenal sebagai salah satu penghasil beras merah, sehingga masyarakat di Jatiluwih banyak yang berinovasi membuat teh yang berasal dari beras merah dan menjadi minuman khas di yang popularitasnya sudah mendunia tersebut.

Wisata Desa Jatiluwih menghadirkan konsep wisata pertanian, sehingga para wisatawan bisa melakukan aktivitas pertanian dengan menggunakan alat-alat tradisional dalam menggarap sawah para petani di Desa Jatiluwih. Kegiatan petani ini juga menjadi inspirasi para wisatawan untuk mengabadikan aktivitas mereka sebagai dokumentasi dan momen yang cantik.

Anda yang ingin berkunjung ke Desa Jatiluwih perlu tahu waktu yang tepat saat sawah sedang hijau dan pemandangan sedang cantik-cantiknya, yaitu direkomendasikan antara pukul 08.00 WIT. pagi sampai sore hari sekitar pukul 05.00 WIT karena di antara waktu tersebut bisa menjumpai aktivitas para petani, seperti Mencangkul, Nampadin (membersihkan pematang sawah), Ngelampit (membajak sawah), Melasah (meratakan tanah sawah), Nandur (menanam padi).

Desa Jatiluwih memiliki curah hujan yang tinggi, sehingga ketika berlibur ke Jatiluwih direkomendasikan untuk sedia payung atau jas hujan. Agar liburan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan, sebaiknya Anda memantau perkiraan cuaca terlebih dahulu sebelum mengunjungi Desa Jatiluwih.

Di masa pandemi ini, Desa Jatiluwih masih beroperasi tentunya dengan edukasi protokol kesehatan. Ketua Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa menyampaikan Jatiluwih sedang dalam tahap edukasi protokol kesehatan pada para wisatawan, petani, dan juga para staf.

“Kita sedang lakukan edukasi protokol kesehatan pada wisatawan, para petani dan juga staf kita yang ada di Jatiluwih dan untuk persiapan new normal dalam pengelolahan dengan bekerja sama dengan masyarakat dalam tahap untuk menata kawasan,” ujarnya kepada Okezone.

Memang tak lengkap rasanya berlibur ke Bali tanpa mengunjungi Desa Jatiluwih. Dijamin, Anda bisa merasakan pengalaman baru dan seru berlibur di sini. Bisa bertani, hiking, trekking, sampai mengikuti kelas memasak. Tentunya pemandangan sawah terasering yang hijau dan udara yang sejuk membuat Anda merasa lebih dekat dengan alam.

Yuk, berlibur ke Jatiluwih! 

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.