Travel
Kisah Mistis di Balik Bukit Soeharto, Alternatif Ibu Kota Baru
Kamis, 09 Mei 2019 09:43
TAMAN Hutan Raya Bukit Soeharto di Kalimantan Timur diusulkan menjadi salah satu alternatif ibu kota negara. Kawasan dengan luas mencapai 61.850 hektar itu dinilai potensial karena memiliki sejumlah keunggulan, termasuk menyangkut aksebilitas.
Ya, kawasan tersebut memang dekat dengan dua bandara internasional, memiliki jalan utama yang bisa dilalui, dan ke depannya akan terintegrasi dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Tapi siapa sangka, di balik kemudahan soal akses, ternyata Bukit Soeharto menyimpan kisah mistis. Mulai dari suasana menyeramkan, orang hilang, hingga penampakan hantu.
Merangkum berbagai sumber, Rabu (8/5/2019), kisah mistis di kawasan tersebut sudah dimulai sejak masa penjajahan Jepang. Pada masa itu, para romusha yang merupakan penduduk Indonesia dimanfaatkan untuk mengerjakan proyek militer secara paksa. Salah satu tugas mereka adalah membangun jalan termasuk di Bukit Soeharto.
Mirisnya, para romusha bukan hanya melakukan kerja paksa melainkan juga dibantai oleh pemerintah Jepang. Mayat mereka juga dibuang ke hutan tanpa dikubur. Hal itu membuat masyarakat setempat percaya jika hantu romusha sangat berbahaya karena sering meminta tumbal. Sebagai contoh, dahulu ratusan pekerja pembangunan jalan mengalami kejadian sial yaitu terserang malaria atau penyakit kuning dan meninggal akibat kecelakaan yang tidak wajar.
Kekejaman ternyata bukan hanya pada zaman romusha. Di masa Orde Baru, Bukit Soeharto juga menjadi tempat pembuangan bagi para korban penembakan. Mereka yang menjadi korban kabarnya adalah penjahat atau preman yang sengaja ditembak. Oleh karenanya, kesan angker tak terelakkan dari kawasan tersebut.
Banyak masyarakat yang enggan melewati kawasan menjelang sore hari. Selain karena suasananya yang gelap dan mencekam, sering terdengar suara mengerikan. Beberapa orang yang nekat melintasi Bukit Soeharto saat malam menjemput dikabarkan hilang ditelan hutan. Kalaupun ada yang selamat, mereka pada akhirnya menjadi gila.
Masyarakat mengatakan jika kejadian itu disebabkan oleh makhluk gaib. Mereka yang hilang arah sengaja 'dibelokkan' ke jalan yang tidak seharusnya. Kisah mistis lainnya adalah penampakan hantu di Bukit Soeharto. Ada yang pernah melihat hantu pribumi yang kepalanya hampir putus dan diyakini sebagai korban romusha. Kecelakaan maut juga sering tak terhindar di tempat tersebut karena diyakini para hantu meminta tumbal. Hal ini membuat kawasan menjadi terasa lebih angker.
Sumber: okezone.com
Kodim 1714/Puncak Jaya Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat
Mulia-Kodim 1714/Puncak Jaya menggelar kegiatan Nonton Bersama (Nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bersama masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, pada Minggu (21/06/2026). Kegiatan ini diselenggara
Harumkan Nama Bangsa, Prajurit TNI AD Raih Magister dan Jadi Prajurit TNI Pertama di Lemhannas Yordania
Jakarta-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit TNI Angkatan Darat di kancah internasional. Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, S.I.P., M.Si., menjadi prajurit TNI pertama yang berhasil men
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
Panglima TNI Terima Audiensi Organisasi Pecinta Alam Wanadri
Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima audiensi organisasi pencinta alam Wanadri yang dipimpin Ketua Dewan Pengurus Wanadri Tomy Hosni M di Subden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kami
Panglima TNI Terima Audiensi Pengurus Pusat PPAD
Jakarta-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerima audiensi jajaran Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) yang dipimpin Ketua Umum PPAD Mayjen TNI (Purn) Dr. Komaruddin, S