Travel
Menyusuri eksotisme desa seribu curug
sumber:merdeka.com
Minggu, 15 Jan 2017 05:16
Butuh perjalanan sekitar 30 menit ke arah timur dari pintu gerbang Mandala Wisata Baturraden menuju Desa Karangsalam. Jalannya berliku, naik turun dan sempit.
Tetapi tantangan ini terbayar ketika masuk ke pintu gerbang desa. Sawah yang membentang dan pepohonan nan rimbun sudah siap menyambut.
Sepanjang jalan, rumah penduduk berjajar di kanan kiri jalan. Pemandangan puncak Gunung Slamet selalu setia menemani mengantarkan mata saat mampir desa di lereng gunung itu. Belum lagi udara yang sejuk dan segar ikut serta memanjakan nafas pelancong.
Sesampainya di gerbang desa wisata, hamparan sawah dan ladang menjadi pemandangan yang menarik. Beberapa gubug yang ada di areal persawahan bisa menjadi tempat bertanya para wisatawan yang ingin berpetualang di empat air terjun yang masih asri.
"Ada empat air terjun itu yang sudah dikenal oleh masyarakat, yakni Curug Lawang, Telu, Moprok dan Tebelah. Tetapi untuk Curug Moprok dan Tebelah, pengunjung harus diantar pemandu dari desa wisata. Karena lokasinya yang jauh dan jalan yang terjal," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Karangsalam, Sisworo, Sabtu (14/1).
Diantara empat Curug itu yang paling unik adalah Curug Lawang. Bentuknya mirip sebuah gua dengan dinding cukup tinggi. Air terjun dari balik gua dan membentuk kolam kecil lalu menjadi aliran Sungai Pelus dengan air yang masih sejuk dan dingin.
Jalur menuju air terjun ini adalah bagian paling seru saat berpetualang di desa ini. Hanya orang yang berani dapat melewati bebatuan sungai dan merambat ke tebing yang mampu mencapai Curug Lawang.
Keempat air terjun itu berjajar di aliran Sungai Pelus. Namun hanya Curug Telu yang acapkali dikunjungi wisatawan karena jalur relatif mudah. Air terjun ini, memiliki tiga terjunan setinggi kurang lebih 30 meter.
Tiket masuk ke air terjun ini juga relatif murah. Pengunjung hanya dikenai Rp 3.000 saja dan parkir Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua.
"Jika lelah setelah basah-basahan, di sekitar area persawahan ada beberapa warung yang dikelola warga. Cocok untuk dijadikan tempat bersantai. Sebenarnya masih ada beberapa air terjun yang lain seperti Curug Abang dan Kembar, tapi tidak dibuka untuk umum," terang Sisworo.
Fasilitator Baturraden Adventure Forest, Yuni Hartono mengatakan, selain wisata alam, Desa Karangsalam bisa dikelola menjadi desa wisata berbasis agropolitan. Sebab, sebagian besar lahan di desa ini dikelola oleh warga untuk mata pencaharian seperti ladang dan sawah.
"Untuk aliran Sungai Pelus, dimanfaatkan sejumlah komunitas untuk aktivitas wisata minat khusus seperti cliff jumping, diving dan canyoning. Mereka bekerjasama dengan para pegiat desa wisata," kata dia.
5 Tips Packing Mudik Lebaran agar Praktis dan Tidak Ribet
JAKARTA - Mudik saat Lebaran menjadi tradisi yang sangat dinantikan banyak orang di Indonesia. Perjalanan pulang kampung sering kali memakan waktu cukup lama, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun
Wisatawan Padati Malioboro, Pergerakan Capai Ratusan Ribu Orang
Kawasan Malioboro kembali dipadati wisatawan setelah sempat sepi akibat gelombang aksi demonstrasi pekan lalu. Data terbaru menunjukkan pergerakan manusia di kawasan wisata ikonik Yogyakarta ini kemba
Long Weekend! Taman Margasatwa Ragunan Targetkan 70 Ribu Pengunjung
Sebanyak 19.381 wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada libur nasional Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Jumlah ini meningkat dibandin
Kunjungan Fans Harry Potter Membludak, Bikin Warlok Geram
Meningkatnya jumlah wisatawan penggemar Harry Potter yang berbondong-bondong datang ke Glenfinnan Viaduct, Skotlandia, membuat warga lokal semakin geram.Jembatan ikonik yang terkenal sebagai lokasi sy
Menikmati Wisata Seru Interaksi dengan Hiu di Karimunjawa
Destinasi wisata penangkaran hiu sirip hitam (Selachimorpha) di Pulau Menjangan Kecil, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang suka menguji