Panen Raya Jatiluwih Tawarkan Pengalaman Mengesankan bagi Para Wisatawan
Admin
Rabu, 11 Nov 2020 11:38
Wisata alam dengan pesona budaya masyarakat menjadikan Jatiluwih sebagai destinasi wisata terkenal di Pulau Bali. Ya, Jatiluwih memang dikenal sebagai kawasan dengan hamparan sawahnya yang asri, berundak-berundak atau terisering juga sunsrise-nya yang begitu indah.
Namun, dibalik Eksotisme tersebut, kawasan yang berada di di wilayah Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan Bali ini juga menawarkan pengalaman mengesankan bagi para wiswatawan yang ingin ikut panen raya.
"Ada musim merawat dan dari bulan juni panen, dan juli agustus musim tanam lagi sampe panennya di bulan Desember," ungkap Nengah Sutirtayasa, Ketua DTW Jatiluwih kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Karena saat ini cuaca juga bisa berubah kapanpun, tentu saja Anda harus tetap menyiapkan segala macam perlengkapan seperti menyiapkan payung ataupun jas hujan.
Selepas panen yang akan segera tiba Desember mendatang, para wisatawan juga akan menemukan pengalaman tak kalah seru lainnya. Pada Januari sampai Juli, karena di bulan tersebut para wisatawan bisa menyaksikan aktivitas bertani secara langsung.
"Kalo di bulan Januari kita ada tanam beras merah dan setiap bulan setelah itu ada kegiatan untuk musim mengolah tanah dengan membajak," terang Nengah.
Tak hanya dikenal sebagai kawasan penghasil beras dan beras merah, Jatiluwih juga menghasilkan tanaman kebun lainnya. “Di sini banyak tersedia areal perkebunan yang menghasilka beragam sayuran, kelapa, kopi, pisang, dan tanaman pangan lainnya. Para pengunjung juga bisa melihat proses penanaman maupun memetik langsung,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nengah mengatakan bahwa para petani dan masyarakat Jatiluwih sudah diarahkan untuk memenuhi protokol kesehatan, sehingga para wisatawan dapat tenang berlibur di Jatiluwih.
“Di Jatiluwih masih dalam tahap edukasi protokol kesehatan, yang sedang kita lakukan edukasi protokol kesehatan pada wisatawan, para petani daan juga staff kita yang ada di jutiluwih dan untuk persiapan new normal dalam pengelolahan dengan bekerja sama dengan masyarakat dalam tahap untuk menata kawasan,” paparnya
Karena upaya pelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya masyarakat sekitarnya, Desa Jatiluwih ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia. Dengan prestasi inilah kemudian Desa Jatiluwih terus mengembangkan pariwisatanya sesuai dengan peraturan Daerah yang didalamnya tersirat satu cita-cita akan adanya hubungan timbal-balik antara pariwisata dan kebudayaan, sehingga keduanya meningkat secara serasi, selaras, dan seimbang.