Travel
Usianya 10 Tahun, Bocah Ini Sudah Keliling 64 Negara
Selasa, 01 Mar 2016 11:38
Semua penasaran, bagaimana bocah kecil ini bisa sukses berkeliling dunia menginjakkan kaki di puluhan negara? Dilansir dari Matadornetwork.com, Louis menceritakan kisah perjalanannya yang menginspirasi.
Semua berawal ketika usianya baru menginjak 7 tahun. Kala itu ibu Louis yang merupakan orangtua tunggal bekerja sepanjang hari, siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan dan membayar tagihan-tagihan.
Louis kecil pun jarang menghabiskan waktu bersama ibunya. Ia begitu kesepian, meskipun memiliki banyak tumpukan mainan. Sang ibu tak pernah punya banyak waktu untuknya. Hingga suatu malam, Louis meminta ibunya untuk menemaninya.
Namun Ibu Louis menolak. Dia menjelaskan dirinya harus bekerja agar bisa membayar tagihan dan rumah. Lalu Louis berkata: "Aku tidak ingin rumah atau mainan lain. Aku ingin ibuku."
Akhirnya, malam itu pun mereka berdua berbicara dan membuat keputusan untuk melakukan perjalanan dan mengubah hidup mereka.
Louis ditemani sang ibu membuat daftar hal yang harus dilakukan untuk mewujudkan mimpi keliling dunia. Setiap hari mereka berdua harus melakukan sesuatu untuk mengumpulkan biaya.
Louis membantu sang ibu melakukan pekerjaan di sekitar rumah untuk mendapat tambahan uang. Mereka kemudian menjual rumah dan segala perabot yang tak mereka butuhkan. Louis menyerahkan semua mainannya untuk anak-anak miskin. Dan akhirnya, ibu anak itu memulai perjalanan perdana mereka.
Negara pertama yang dikunjungi adalah Fiji. Louis mengunjungi sekolah lokal di sana. Ia belajar menangkap ikan dan snorkeling. Ia beradaptasi dan mulai berteman dengan anak-anak lokal. Ia dan ibunya merasakan kehidupan di pelosok desa, tanpa fasilitas apapun bahkan tak ada listrik.
"Kami ingin merasakan kesulitan orang lain sekaligus membantu mereka ketika kami bepergian. Ini menyadarkan kami bahwa penting untuk peduli terhadap orang lain," kata Louis.
Perjalanan pun terus berlanjut ke pedalaman-pedalaman di negara-negara lainnya. Menariknya, Louis bahkan sudah pernah merasakan hidup di hutan Amazon Ekuador. Ia menjajal kehidupan tradisional masyarakat di sana. Mulai dari berenang dengan lumba-lumba merah muda hingga memancing piranha.
Ia juga pernah merasakan badai pasir yang mengerikan ketika berada di gurun Maroko. Hingga saat ini, Louis telah berhasil menyambangi 64 negara. Namun masih akan terus melanjutkan perjalanannya ke negara-negara lain.
"Aku suka bepergian karena sekarang aku bisa menghabiskan waktu
dengan ibuku. Sangat menyenangkan. Saya bisa melihat dan mengalami
hal-hal yang tidak pernah saya bayangkan," kata Louis. (merdeka.com)
Satlak Tri Cakti dan Tim Gabungan Bongkar Upaya Penyelundupan 8 Ton Bijih Timah ke Luar Negeri, Selamatkan Potensi Penerimaan Negara Rp7,4 Miliar
Bangka â€" Tim Gabungan Satlap Tri Cakti, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), Pusintelmar, Tim Intel Korem 045/Garuda Jaya (GY), Lanal Babel, dan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati
KPID DKI Jakarta Sambut 499 Tahun Jakarta: Lawan Darurat Informasi, Hidupkan Kembali Ruang Publik Lewat Televisi dan Radio
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta menuju lima abad perjalanannya, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memperkuat budaya
Muktamar Mendekat, Cak Imin Minta Pemain Politik Keluar dari NU
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar merespons dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 pada Agust
Bantu Saudara Serantau, Lumpo Sapayuang Riau Gelar Sunatan Massal Gratis Perdana
PEKANBARU â€" Meski baru dikukuhkan pada April 2026 lalu, Persatuan Lumpo Sapayuang (PLS) Provinsi Riau periode 2025-2030 langsung merealisasikan program sosial bagi masyarakat perantauan asal Nagari
Serangan Israel Tewaskan 28 Orang di Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
JAKARTA - Pemerintah Iran memutuskan kembali menutup lalu lintas perairan vital Selat Hormuz, Sabtu (20/6/2026). Langkah tegas ini merupakan imbas langsung dari serangan pesawat tempur Israel di Leban