selebriti
Bawa Dampak Buruk untuk Salmafina, Sunan Kalijaga Laporkan Jo Ardis
Selasa, 06 Agu 2019 16:51
JAKARTA - Sunan Kalijaga membongkar identitas orang yang dianggap telah memberikan pengaruh buruk kepada putrinya, Salmafina Sunan. Hal tersebut diungkapkannya usai menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Polres Jakarta Barat, Senin, 5 Agustus 2019.
Melalui kuasa hukumnya, Sunan memperlihatkan foto Jo Ardis yang disebutnya merupakan sosok yang dianggap membawa Salma ke pergaulan tak baik. Bukan hanya dianggap membuat Salma melepas hijab, sosok pria yang merupakan seorang chef ini juga dikabarkan membuat mantan istri Taqy Malik tersebut berani melawan orangtua serta kabur dari rumah.
"Ada oknum, saya boleh sampaikan namanya Jo, yang selalu membawa dampak buruk terhadap pergaulan anak klien kami," ujar kuasa hukum Sunan, Agustinus Nahak di Polres Jakarta Barat, Senin, 5 Agustus 2019.
"Contoh dari berhijab, tidak berhijab, dibawa ke klub pergaulan bebas. Akhirnya apa? Salma bisa melawan orangtua, kabur dari rumah dan lain-lain. Klien kami tidak mau anaknya terjerumus ke dalam pergaulan bebas, yang juga merusak masa depan Salma sendiri," tambahnya.
Sebelum dilaporkan oleh Sunan Kalijaga ke Polres Jakarta Barat,
Jo Ardis pada akhir 2018 lalu sempat membantah bahwa dirinyalah yang
membuat Salmafina melepaskan hijabnya. Ia pun menegaskan bahwa dirinya
tak memiliki hubungan istimewa dengan gadis 19 tahun tersebut, meski ia
mempunyai hubungan cukup baik dengan Sunan Kalijaga.
"Saya ingin anda semua tahu, bahwa saya tidak memiliki status apa-apa dengan Salma. Dan saya tidak menyarankan siapapun untuk melepas hijab. Wajarkan karena banyak netizen yang berkomentar," tulis Jo Ardis kala itu.
"Mohon pengertiannya untuk tidak membuat berita apapun. saya dengan Om Sunan pun menjalin hubungan silahturami yang baik," tutupnya.
(okezone.com)
Celebrity
TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Bal Rokok Ilegal di Madura
TNI AL kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penegakan hukum serta menjaga stabilitas keamanan wilayah maritim dan jalur distribusi strategis nasional. Tim Second Fleet Quick Response (SFQR)
Hantavirus Belum Ditemukan di Riau, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di seluruh wilayah Riau. Meski begitu, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewa
267 Pedagang Pasar Subuh Dukung Relokasi Penataan Pasar Induk Tembilahan
TEMBILAHAN-Sebanyak 267 pedagang pasar subuh menyatakan dukungan terhadap kebijakan relokasi sementara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam rangka penataan Pasar Induk Jalan Yos S
2 Hari Tak Terlihat, Wanita Ini Ditemukan Meninggal Membusuk di Kursi Plastik
Jakarta-Warga Huta IV Marihat Lela Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun mendadak geger. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Sarpina Sinaga (44) ditemukan meninggal dunia di
Pasar Murah Bengkalis Diserbu Warga, Minyakita dan Beras SPHP Cepat Habis
BENGKALIS-Ratusan warga Kota Bengkalis memadati Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) di depan kantor DKP Jalan Antara, Bengkalis, Rabu (13/5). Tingginya antusias masyara