Sabtu, 09 Mei 2026
- Home
- Lingkungan
- DKI Jakarta Intensifkan Pengerukan Lumpur untuk Tingkatkan Daya Tampung Air dan Antisipasi Banjir
DKI Jakarta Intensifkan Pengerukan Lumpur untuk Tingkatkan Daya Tampung Air dan Antisipasi Banjir
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 09 Mei 2026 16:14
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gencar melakukan pengerukan lumpur dan pengurasan sedimen di berbagai badan air. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan daya tampung air dan menjadi bagian penting dari strategi antisipasi banjir di ibu kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara masif mengeruk dan menguras sedimen di berbagai badan air di lima wilayah kota administrasi. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan daya tampung air, sebuah langkah krusial dalam menghadapi potensi banjir di ibu kota. Hingga 30 April 2026, total volume sedimen yang telah berhasil dikeruk mencapai 205.693 meter kubik, menunjukkan komitmen Pemprov dalam mitigasi bencana hidrometeorologi.
Program pengerukan lumpur ini telah dimulai sejak 2 Januari 2026 dan akan terus diperluas ke berbagai titik rawan. Inisiatif ini menjadi respons proaktif terhadap tantangan lingkungan perkotaan, khususnya dalam menjaga kelancaran aliran air dan mencegah genangan. Dengan demikian, diharapkan kapasitas infrastruktur air di Jakarta dapat berfungsi optimal, mengurangi risiko dampak buruk dari curah hujan tinggi.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program vital ini. Melalui Kepala Pusat Data dan Informasi, Hendri, disampaikan bahwa pengerukan dan pengurasan dilakukan di ratusan titik strategis. Upaya ini tidak hanya berfokus pada sungai besar, tetapi juga mencakup saluran-saluran mikro yang seringkali menjadi penyebab utama genangan di permukiman warga.
Upaya Peningkatan Daya Tampung Badan Air DKI Jakarta
Hingga akhir April 2026, volume pengerukan sedimen tercatat sebesar 179.897 meter kubik, sementara pengurasan mencapai 25.796 meter kubik. Angka ini mencerminkan skala besar operasi yang dilakukan untuk membersihkan waduk, situ, embung, sungai, dan kali dari endapan lumpur yang mengurangi kapasitas penampungan air. Kegiatan ini tersebar di 754 titik di seluruh Jakarta.
Rincian titik pengerukan dan pengurasan mencakup 327 lokasi di Jakarta Timur, 104 lokasi di Jakarta Barat, 143 lokasi di Jakarta Utara, 119 lokasi di Jakarta Selatan, dan 61 lokasi di Jakarta Pusat. Pembagian ini menunjukkan pendekatan komprehensif yang menjangkau seluruh area yang membutuhkan penanganan sedimentasi. Fokus pada berbagai titik ini penting untuk memastikan efektivitas program secara keseluruhan.
Metode pengerukan lumpur bervariasi sesuai dengan jenis saluran air. Untuk saluran makro seperti sungai dan kali, alat berat digunakan untuk mengangkat sedimen. Sementara itu, pengurasan di saluran mikro dan Penghubung (PHB) yang lebih kecil dilakukan dengan metode manual, dibantu oleh alat seperti pacul, linggis, dan karung. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap jenis badan air mendapatkan penanganan yang sesuai dan efisien.
Strategi Antisipasi Banjir dan Sedimentasi di Ibu Kota
Pengurasan saluran air merupakan langkah esensial untuk mengatasi sedimentasi lumpur. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas saluran, mencegah penyumbatan, dan secara signifikan mengurangi genangan air yang sering terjadi saat musim hujan. Dengan demikian, aliran air menjadi lebih lancar dan risiko banjir dapat diminimalisir.
Pengerukan di waduk, situ, embung, serta sungai dan saluran PHB yang lebih besar menggunakan alat berat untuk mengangkut sedimen lumpur yang mengendap. Langkah ini krusial untuk memaksimalkan kembali daya tampung badan air tersebut. Optimalisasi daya tampung ini adalah kunci dalam strategi pengendalian banjir jangka panjang di Jakarta.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Penjabat Gubernur telah menginstruksikan jajarannya, termasuk Dinas SDA DKI, untuk terus melakukan pengerukan sungai, waduk, situ, dan embung guna mengantisipasi banjir. Instruksi ini disampaikan mengingat curah hujan di ibu kota beberapa hari lalu sempat tinggi, yakni mencapai 150 milimeter per hari, sehingga menyebabkan banjir. “Saya sudah memerintahkan kepada jajaran untuk tetap mengantisipasi dan melakukan pengerukan sungai-sungai. Kemarin memang informasinya sudah El Nino, ternyata hujan,” demikian instruksi yang disampaikan.(merdeka.com).
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/dki-jakarta-intensifkan-pengerukan-lumpur-untuk-tingkatkan-daya-tampung-air-dan-antisipasi-banjir-571264-mvk.html?page=3
komentar Pembaca