Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Baru Gajian 5 Menit, Langsung Resign! HRD Ngamuk di LinkedIn

Ekonomi,

Baru Gajian 5 Menit, Langsung Resign! HRD Ngamuk di LinkedIn

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 12 Agu 2025 08:46
Detiknews.com
Sebuah unggahan di LinkedIn oleh seorang profesional sumber daya manusia (SDM) di India terkait pengunduran diri seorang karyawan yang diberikan hanya beberapa menit setelah ia gaji memicu perdebatan di media sosial 'Negara Anak Benua' ini.
"Gaji dibayarkan pukul 10.00 pagi, surat pengunduran diri dikirim pukul 10.05 pagi," tulis unggahan profesional SDM tersebut di LinkedIn seperti dikutip The Indian Express, Senin (11/8/2025).

Dalam postingan tersebut, profesional SDM tersebut mempertanyakan etika di balik pengunduran diri atau resign mendadak seorang karyawan itu. Sebab menurutnya tim SDM menginvestasikan cukup banyak waktu untuk merekrut karyawan baru dan melatih mereka agar dapat bekerja dengan baik di perusahaan.

"Mari kita bicara tentang etika profesional. Perusahaan menyambut Anda, memercayai Anda, dan memberi Anda platform untuk berkembang. Lalu lima menit setelah gaji pertama Anda masuk ke rekening Anda, Anda pergi begitu saja. Apakah itu adil? Apakah itu etis?" tulisnya.

HRD tersebut kemudian mengatakan pengunduran diri yang sangat mendadak hanya beberapa menit setelah menerima gaji ini mencerminkan kurangnya niat, kedewasaan, dan akuntabilitas dalam bekerja. Sebab menurutnya karyawan itu perlu berkomunikasi dengan jujur jika merasa tidak cocok dengan perusahaan.

"Jika ada yang terasa tidak benar: Anda bisa bicara. Anda bisa meminta kejelasan atau bantuan. Anda bisa pergi dengan kesadaran penuh, bukan dengan cara seperti ini," tambahnya.

Ia melanjutkan bahwa tidak ada pekerjaan yang tanpa tantangan, dan pertumbuhan profesional sejati membutuhkan lebih dari sekadar menerima gaji. Karenanya profesional SDM menegaskan peran dalam perusahaan membutuhkan komitmen, kesabaran, dan usaha.

"Tidak ada pekerjaan yang 'mudah'. Setiap peran membutuhkan komitmen, kesabaran, dan usaha. Pertumbuhan tidak datang dengan gaji pertama Anda, melainkan dengan ketekunan," tulisnya.

"Sebelum menyalahkan ketidakcocokan peran, berhentilah sejenak. Renungkan. Berkomunikasilah. Karena pada akhirnya, profesionalisme tidak ditentukan oleh jabatan tetapi oleh tindakan," tutupnya dalam postingan tersebut.

Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam reaksi dan menimbulkan perdebatan, dengan banyak pengguna yang mendukung karyawan tersebut.

"Etika? Mari kita perjelas: gaji dibayarkan untuk pekerjaan yang sudah dilakukan, bukan untuk amal, bukan di muka. Jika seseorang mengundurkan diri setelah menerima gaji, itu berarti mereka telah memenuhi kewajibannya untuk bulan itu," papar seorang warga net India.

"Ini berlaku dua arah, tapi tidak seimbang. Ketika seorang karyawan melakukan hal ini kepada sebuah perusahaan, perusahaan tersebut biasanya tidak langsung bangkrut. Namun, ketika sebuah perusahaan melakukan ini kepada seorang karyawan, seringkali seluruh keluarga mereka harus hidup menderita," komentar pengguna media sosial lain.***(detiknews.com)
Sumber: Detiknews.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.