Selasa, 28 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Beda dengan Tambang, Sawit Butuh Biaya Besar untuk Jaga Produktivitas

Ekonomi,

Beda dengan Tambang, Sawit Butuh Biaya Besar untuk Jaga Produktivitas

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 25 Agu 2025 16:25
Berita satu.com
Produk turunan CPO Indonesia, biodiesel, akhirnya mendapat dukungan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). WTO mengeluarkan putusan yang menguatkan posisi Indonesia dalam sengketa bea masuk imbalan (countervailing duties) yang diberlakukan Uni Eropa.

Pakar hukum kehutanan Universitas Al Azhar Indonesia, Sadino, mengatakan meskipun sudah mendapat dukungan dari WTO, kerusakan kebun sawit akan berdampak langsung pada program strategis nasional, termasuk biodiesel.

Ia juga mengingatkan bahwa investasi sawit memiliki karakteristik berbeda dengan tambang. Sebagian besar kebun sawit kini sudah memasuki masa replanting yang membutuhkan biaya besar untuk mempertahankan produktivitas.

"Karena itu, kepastian usaha, kepastian lahan, dan jaminan investasi perlu menjadi perhatian utama," ujarnya seperti dilansir dari Antara, Senin (25/8/2025).

Dia pun mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih mitra kerja sama operasi (KSO) karena akan memengaruhi keberlanjutan dan produktivitas perkebunan sawit.

"Perkebunan sawit memerlukan mitra yang tidak hanya bisa memanen tandan buah segar (TBS), tetapi juga mengerti bagaimana mengelola kebun dengan baik," katanya.

Pernyataan tersebut merujuk pada pengelolaan kebun sawit sitaan negara yang saat ini dipercayakan kepada PT Agrinas Palma Nusantara. Ia menegaskan bahwa kesalahan memilih operator dapat berdampak serius terhadap keberlangsungan produksi dan memengaruhi program strategis nasional seperti pemenuhan bahan baku biodiesel.

Sadino pun berharap pemerintah bersama Agrinas segera menuntaskan status hukum lahan sitaan agar pengelolaan kebun dapat berjalan optimal. Dengan kepastian tersebut, para mitra KSO diyakini akan lebih percaya diri dalam menanamkan modal.

"Status perusahaan negara tentu membuat mitra lebih berhati-hati. Jadi, kalau lahan sudah jelas, mitra akan lebih yakin," tutupnya.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Jul 2026 11:30

    Meresahkan, Pengedar Perusak Saraf Sabu di Mandau Diringkus Polisi

    BENGKALISâ€" Penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di Kecamatan Mandau meresahkan. Kali ini, Tim Opsnal Polsek Mandau Polres Bengkalis meringkus seorang tersangka pengedar wilayah Duri Barat.Kapolres B

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:52

    Akal Bulus Pengedar Narkoba di Bengkalis, Sabu Dikubur Dalam Tanah di Kebun Sawit

    PEKANBARU - Komplotan pengedar narkoba di Kabupaten Bengkalis, berusaha mengelabui polisi dengan cara yang tak biasa.7 Kg sabu disebar di sejumlah lokasi, mulai dari dikubur di dalam tanah hingga dise

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:44

    Rilis Survei SMRC, Ini Alasan Kepuasan Terhadap Prabowo Berkurang

    JAKARTA - Tingkat kepuasan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengalami perubahan signifikan. Hal ini terekam dalam paparan survei Saiful Research and Consulting (SMRC

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:43

    Anggota POM TNI Gugur Tertembak, Bripka R Diperiksa Propam Polda Aceh

    JAKARTA - Pratu Galuh Nugraha, anggota TNI yang berdinas di Polisi Militer Kodam (Pomdam) Iskandar Muda meninggal dunia usai terkena peluru pantulan (rekoset). Insiden ini terjadi saat korban membantu

  • Selasa, 28 Jul 2026 10:11

    Tegas Larang Dapur MBG Pakai Minyakita dan LPG 3 Kg, Kepala BGN Ancam Tutup Permanen

    JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melarang tegas penggunaan bahan kebutuhan pokok bersubsidi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki