Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Belum Maksimal, Alfedri Minta PAD Siak Ditingkatkan Dengan Cara Ini

Belum Maksimal, Alfedri Minta PAD Siak Ditingkatkan Dengan Cara Ini

Admin
Rabu, 29 Jun 2022 11:47
Riausky.com

SIAK - Pemkab Siak melaksanakan Rapat Koordinasi Tim Percepatan Pelaksanaan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Siak tahun 2022.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan dalam upaya memaksimalkan penerimaan daerah yang akan digunakan untuk pembangunan.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Bupati Siak Alfedri di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, kantor Bupati Siak, Selasa (28/6/2022).

Dalam penjelasannya, Bupati Siak Alfedri menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam upaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang bersumber dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Dia menyebutkan ada beberapa penyebab mengapa penerimaan daerah ini masih sangat rendah. 

Di antaranya, sebut Alfedri adalah, masih rendahnya potensi objek PDRD, rendahnya kesadaran masyarakat, belum maksimalnya sanksi hukum terhadap pelanggaran pajak daerah, serta kurangnya sarana prasarana pendukung peningkatan PDRD.

”Untuk mendongkrak target PAD dibutuhkan komitmen bersama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah serta menerapkan beberapa strategi,'' kata dia.

Alfedri mencontohkan, dalam upaya menemukan potensi masing-masing jenis PDRD dapat ditanggulangi dengan pengkajian atau riset. 

Meski begitu, upaya itu juga harus didukung dari berbagai pihak, seperti DPRD dan SKPD. 

''Instansi terkait lainnya juga perlu dilibatkan misalnya Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil, Kepolisian, dan Kejaksaan,” ucap Bupati Alfedri saat membuka rapat.

Dia juga tidak manafikan terjadi penurunan penerimaan daerah dalam beberapa tahun terakhir. Namun, itu disebutkan dia dikarenakan situasi pandemi COvid-19 yang menyebabkan lesunya perekonomian.

Penyebap menurunnya penerimaan pendapatan asli daerah, kata dia, akibat perubahan aturan dari pemerintah pusat termasuk efek Covid-19 dua tahun terakhir yang terdampak semua sektor.

”Pada tahun 2021 PAD kita 13 persen dari 2,2 Triliun itu sekitar Rp300 Milyar. Tahun 2022 ini turun sebagaimana di sampaikan kepala BKD tadi dari Rp203 Triliun hanya Rp204 Milyar Pendapatan Asli Daerah. Namun saya yakin dengan potensi yang ada, kita mampu meningkatkan PAD apa lagi kita sudah MoU jangan pak kejari, saya tengok geraknya sudah nampak,” ucap Alfedri.

Dia juga memesankan  kepada camat, lurah dan penghulu turut membantu dan kerjasama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. 

Karena PAD ini akan di kembalikan ke kampung sebesar 10 persen sesuai dengan besaran pendapatan yang di terima masing-masing kampung.

”Saya minta kepada penghulu mari bantu meningkatkan PAD, karena potensi PAD ada di kampung. Sekarang peta potensinya sudah ada seperti pajak walet tinggal bagaimana kita mengawalnya bersama sehingga ini menjadi pendapatan asli daerah,” pintanya.

Di akhir sambutannya, ia minta agar mempermudah dan mengetahui berapa setoran pajak dan retribusi daerah dari setiap kampung di buat aplikasinya.

“Zaman sekarang orang semua online aplikasi, tolong Diskominfo siapkan aplikasi untuk penataan bagaimana kita bisa mengetahui berapa setoran pajak dan retribusi dari masing-masing kampung. Nanti baru secara adil pajak tadi kita kembalikan ke kas kampung, sehingga penghulu sangat untuk membantu,” pinta dia

Sumber: Riausky.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.