Jumat, 31 Jul 2026
Ekbis
Direktur Utama PHR Ungkap Strategi Tekan Penurunan Produksi Migas, Rokan Jadi Andalan Nasional
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 31 Jul 2026 09:23
PEKANBARU-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus meningkatkan aktivitas pengeboran sebagai bagian dari upaya menekan penurunan alami (natural decline) produksi minyak dan gas bumi (migas) sekaligus menjaga ketahanan pasokan energi nasional.
Direktur Utama PHR, Muhammad Arifin, mengatakan perusahaan mampu melakukan pengeboran hampir 500 sumur setiap tahun di Zona Rokan yang mencakup Zona 2 dan Zona 3.
"Di Zona Rokan, PHR bisa melakukan pengeboran hampir 500 sumur dalam setahun," kata Arifin, Kamis (30/7/2026).Selain di Zona Rokan, PHR juga melakukan pengeboran di Zona 1 dengan jumlah mencapai sekitar 40 hingga hampir 100 sumur per tahun. Zona 1 meliputi sejumlah wilayah kerja di bagian utara dan tengah Pulau Sumatra, seperti Rantau, Pangkalan Susu, Lirik, Jambi, North Sumatra Offshore (NSO), Jambi Merang, Jabung, West Glagah Kambuna, BOB CPP, Siak, dan Kampar.
Menurut Arifin, tingginya aktivitas pengeboran tersebut menjadikan Sumatra sebagai wilayah dengan pengeboran migas terbanyak di Indonesia."Kalau kita bicara seluruh Indonesia, bahkan dibandingkan dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lainnya, pengeboran di Sumatra merupakan yang paling banyak. Potensi migas di Sumatra sangat besar," ujarnya.Selain minyak, PHR juga mencatat produksi gas yang cukup besar di wilayah Sumatra. Arifin menyebut produksi gas perusahaan mencapai sekitar 700 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).Menurutnya, pasokan gas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Sumatra.
"Produksi gas kami sekitar 700 MMSCFD dan menjadi salah satu urat nadi perekonomian di seluruh Sumatra," katanya.Di sisi lain, Arifin berharap aktivitas eksplorasi dan pengeboran migas di kawasan Indonesia Timur dapat terus ditingkatkan guna memperkuat ketahanan energi nasional secara merata.
Ia menjelaskan, secara geografis wilayah Sumatra memiliki keunggulan karena banyak lapangan migas berada di daratan sehingga akses operasional relatif lebih mudah dibandingkan sejumlah wilayah di Indonesia Timur.
"Ke depan kami berharap aktivitas pengeboran di Indonesia Timur juga semakin meningkat. Sumatra memiliki keuntungan karena banyak sumurnya berada di darat sehingga aksesnya lebih mudah," ujar Arifin.
PHR menilai peningkatan aktivitas pengeboran menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga tingkat produksi migas nasional sekaligus memenuhi kebutuhan energi dalam negeri di tengah tantangan penurunan produksi alami pada lapangan-lapangan migas yang telah beroperasi.(halloriau)
Sumber: https://halloriau.com/read-ekonomi-14619432-2026-07-31-direktur-utama-phr-ungkap-strategi-tekan-penurunan-produksi-migas-rokan-jadi-andalan-nasional.html
komentar Pembaca