Senin, 03 Agu 2026
Ekbis
Dua Tahun Belum Dibayar, Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON 2024 ke Pemprov
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 03 Agu 2026 11:31
PEKANBARU-Atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga di Provinsi Riau mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera menuntaskan pembayaran sisa bonus prestasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 yang hingga kini belum dibayarkan sepenuhnya.
Hingga Agustus 2026, bonus yang diterima para atlet dan pelatih baru sekitar 45 persen. Sisanya belum memiliki kepastian pencairan meski sebelumnya dijanjikan akan dilunasi pada awal tahun.
Salah seorang atlet senam Riau, Puja, mengaku kecewa karena selama hampir dua tahun para atlet hanya menerima janji tanpa realisasi.
"Sudah dua tahun bonus PON Aceh-Sumut 2024 belum dicairkan semuanya. Baru sekitar 45 persen yang dicairkan pada September 2025, sementara sisanya tak ada kejelasan. Kami cuma dijanji-janjikan saja," ujar Puja Senin (3/8/2026).
Menurutnya, ketidakpastian pembayaran bonus berdampak pada semangat atlet untuk terus berprestasi membawa nama Riau.
"Sekarang kami merasa takut berprestasi, karena kami takut jadi beban daerah untuk membayarkan bonus kami. Semangat kami rasanya sudah tidak ada lagi untuk membela Riau ini. Karena bonus saja tidak mampu ditangani sama Pemprov Riau," ujarnya.
Puja mengatakan, di saat atlet dari provinsi lain mulai fokus mempersiapkan ajang berikutnya, atlet Riau justru masih disibukkan dengan memperjuangkan hak mereka.
Meski demikian, latihan tetap dijalankan secara mandiri karena hingga kini belum ada program training camp (TC).
"Kegiatan sekarang kami tetap latihan. Tapi kalau untuk TC tidak ada sama sekali. Jadi sekarang paling persiapan mandiri dan dibina KONI Riau," katanya.
Ia mengaku para atlet merasa sangat kecewa dan sedih atas belum tuntasnya pembayaran bonus tersebut.
Keluhan serupa disampaikan atlet renang Riau, Vanessa Evato, yang menjadi satu-satunya wakil Riau di cabang olahraga renang pada PON Aceh-Sumut 2024.
Vanessa meminta Pemprov Riau segera memenuhi hak atlet dan pelatih yang telah berjuang meraih prestasi bagi daerah.
"Ini sudah terlalu lama bonus kami belum dibayarkan seratus persen. Kami menagih hak kami kepada Pemerintah Riau," ujarnya.
Vanessa mengaku telah empat kali membela Riau di ajang PON, namun persoalan bonus pada PON 2024 menjadi pengalaman yang paling mengecewakan.
"Kami sudah mempersembahkan yang terbaik untuk Riau, sekarang giliran bapak (Gubernur Riau) memenuhi hak kami. Saya sudah empat kali PON mewakili Riau. Tapi yang terakhir ini yang paling mengecewakan dalam hal pemberian bonus," katanya.
Ia juga menyoroti alasan efisiensi anggaran yang disampaikan pemerintah.
"Yang saya heran, sudah bolak-balik mengadakan konser dan mengundang artis besar, yang pastinya mengeluarkan uang yang banyak. Katanya tidak ada uang karena efisiensi anggaran, sedangkan bonus kami tidak dibayar semuanya," ucap Vanessa.
Sementara itu, pelatih atlet Riau, Ahmad Markos, menilai persoalan bonus yang tak kunjung diselesaikan telah mencoreng nama baik daerah.
"Belum pernah terjadi di tingkat dunia maupun nasional. Ini sangat memalukan. Padahal, Riau dikenal di atas minyak, di bawah minyak. Kami sangat kecewa sekali bonus kami belum diselesaikan sepenuhnya," kata Markos.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mematikan pembinaan olahraga di Riau. Bahkan, sejumlah atlet dari beberapa cabang olahraga mulai mempertimbangkan untuk pindah membela provinsi lain.
"Ini sangat mematikan pembinaan olahraga di Riau. Kami betul-betul sangat kecewa, karena sudah dua tahun hak kami belum dibayarkan semuanya,"(ckplh)
Sumber: https://www.cakaplah.com/berita/baca/138709/2026/08/03/dua-tahun-belum-dibayar-atlet-riau-tagih-sisa-bonus-pon-2024-ke-pemprov/#sthash.UEvshwh9.dpbs
komentar Pembaca