Kamis, 11 Agu 2022
  • Home
  • Ekbis
  • Estimasi Raup Rp400 Juta Per Ha, Talas Beneng Andalan Baru Rohil,Umbi Buat Tepung,Daun Jadi Tembakau

Estimasi Raup Rp400 Juta Per Ha, Talas Beneng Andalan Baru Rohil,Umbi Buat Tepung,Daun Jadi Tembakau

Admin
Kamis, 14 Jul 2022 09:42
pekanbaru.tribunnews.com

BAGANSIAPIAPI - Talas Beneng yang merupakan singkatan dari Besar dan Koneng jadi potensi andalan baru bagi Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil), Riau.

Sangat menjanjikan dengan estimasi bisa raup cuan Rp400 juta per Ha.

Umbi Talas Beneng dijadikan tepung sedangkan daunnya jadi tembakau sebagai bahan baku rokok.


Saat ini Talas Beneng menjadi potensi baru sektor perkebunan dan tanaman hortikultura lokal di Kabupaten Rohil, Riau, yang sangat menjanjikan bagi masyarakat.

Prospek untuk pengembangan talas beneng ini cukup menjanjikan jika dilihat dari masa tanamnya yang relatif singkat, tahan dari hama dan pemasaran pun tersedia.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Talas Beneng menjadi andalan baru bagi masyarakat petani Rohil dan terus dibudidayakan di sejumlah wilayah kecamatan.

Talas Beneng yang merupakan singkatan dari besar dan koneng yang berarti berukuran besar dan berwarna kuning, bisa dipanen setelah berumur 2 tahun dengan produksi umbi sekitar 40-45 Kg.

Talas ini memiliki kadar protein, mineral dan serta pangan yang tinggi, dimana di daerah asalnya tepung talas tersebut sudah diformulasikan menjadi produk olahan brownies, bakpao dan kue kering.

Daun dan umbi talas beneng memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan, daun Talas Beneng saat ini diekspor ke berbagai negara, antara lain, Australia, Malaysia dan New Zealand.

Sementara potensi umbi bisa lebih besar saat dipanen berumur 2 tahun dengan estimasi produksi 400 ton sehingga potensi pendapatan petani bisa mencapai 400 juta per hektare.

Perkiraan umbi yang berumur 1 tahun bobotnya bisa mencapai 10-15 kg per batang, estimasi total produksi 1 ha umbi talas bisa mencapai 100 ton dengan harga jual Rp 1.000 per kg nya, jika dikalkulasi bisa mencapai 100 juta per tahun dari panen umbinya.

Di Kabupaten Rohil saat ini terdapat sekitar 20 hektare (Ha) kebun talas beneng yang tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain, Tanah Putih, Bangko, Bangko Pusako, Sinaboi, Pujud, Kuba dan Bagan Sinembah.

Dengan pusat budidaya atau pilot project berada di Kepenghuluan Manggala Sakti, Kecamatan Tanah Putih.

Ketua Umum Perkumpulan Petani Talas Beneng Riau (P2tabenri) Rusli, mengatakan, Kabupaten Rohil memang sedang gencar-gencarnya melakukan budidaya talas beneng di Provinsi Riau dengan menargetkan sekitar 3 ribu Ha ada Rohil.

“Sejauh ini kita masih sebatas mengirim bahan baku, baik itu untuk umbi dan daun talas beneng,” ucapnya.

“Peluang pasar masih terbuka lebar, sehingga terbuka peluang para pihak untuk saling bekerja sama dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat,” ungkap Rusli kepada Tribunpekanbaru.com beberapa waktu lalu.


Menurut pria asa Bagansiapiapi, Rohil ini, daun talas Rohil yang diproduksi menjadi tembakau sudah menghasilkan produk rokok sendiri dan mulai untuk dipasarkan.

Meskipun pengolahannya masih menggunakan mesin di Semarang dan daerah sekitar jawa lainnya.

“Karena di sana mesinnya ada untuk mengolah jadi rokok, kalau disini masih manual, kita di Riau khususnya Rohil masih proses persiapan pabrik sendiri,” ucap Rusli.

Rusli membeberkan, P2tabenri mempunyai planning atau rencana yang luar biasa kedepannya untuk Sumatera, Riau dan Rohil khususnya, yaitu 10 ribu Ha perkebunan talas beneng.

“Apabila tercapai, maka mulai dari perkebunan, pabrik sampai produksinya bisa di Riau. Semoga ada investor sehingga kita bisa membuat pengolahan rokok dan tepung di Riau,” bebernya.

Rusli mewakili petani dan pengusaha talas beneng juga berharap dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Rohil khususnya dan Provinsi Riau, karena potensi besar yang berpengaruh kepada tingkat ekonomi masyarakat telah menunggu.

“Pemerintah sudah sangat mendukung, tapi sekarang ini belum ada anggaran dan kami harus mandiri melalui program pemberdayaan masyarakat. Mohon dukungan secara nyata, BumDes pun butuh percontohan,” imbuhnya.

Terakhir Rusli menekankan efek baik dari berkembangnya Talas Beneng di Riau dan Rohil khususnya yang memang memiliki potensi alam untuk budidaya talas beneng ini yang paling utama adalah penyerapan tenaga kerja.

“Jika perkebunan berada di Riau khususnya di Rohil, otomatis banyak tenaga kerja yang dibutuhkan mulai dari perkebunan, pabrik dan sebagainya,” paparnya.

“Peluang ekonomi untuk Rohil, Riau dan Sumatera sangat luar biasa, intinya ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat,” tutup Rusli.

Editor: 1

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2022 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.