Rabu, 20 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Sosok Ibu di Rohul yang Aniaya Anaknya Hingga Meninggal di Mata Tetangga

Sosok Ibu di Rohul yang Aniaya Anaknya Hingga Meninggal di Mata Tetangga

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 20 Mei 2026 11:26
Sang pelaku yakni Djasmina Raihan Elisa. Sedangkan putrinya yang menjadi korban yakni Amira Azzahra, 11 tahun. Pelaku sendiri dikenal dengan panggilan Ummi.


Korban ditemukan meninggal dunia oleh para tetangga setelah mendobrak pintu.

Di dalam rumah tersebut terdapat sang suami, Wahyu dan satu lagi putrinya.

Wahyu sendiri merupakan pekerja di kebun tersebut. Mereka menempati rumah no 5 di kompleks kebun Delima. Rumah untuk pekerja kebun tersebut berderet dan terbuat dari papan.

"Kami nggak nyangka kok bisa setega itu aniaya anaknya sampai ninggal. Bingung juga," kata mandor kebun Delima, Dadang pada Tribunpekanbaru.com, Selasa sore (19/5/2026).

Perkataan Dadang ini pun diamini para tetangga korban lainnya. Seperti Candra, Herman Vijay dan lainnya.

Wahyu sendiri merupakan suami kedua dari Djasmina Raihan Elisa. Walau merupakan anak sambung, Wahyu disebut sayang sama korban. Tidak pernah terlihat bertindak kasar pada korban. Begitu juga sang ibu.

"Mereka sayang sama korban ini. Nggak pernah macem-macem," kata Candra.

Bahkan keluarga ini terkenal taat agama. Terutama Wahyu yang selalu mengajari agama sama korban. Mengajari puasa, mengaji dan lainnya.

"Orangnya baik, taat agama. Rukun mereka ngak ada ribut-ribut. Makanya ngak nyangka. Sampai mau nangis kami," kata Dadang dengan nada pelan.

Dalam dua hari, terhitung Selasa (14/5/2026), aktifitas di rumah itu membuat warga bertanya-tanya. Sebab pintu rumah dan jendela terus tertutup.

Warga bercerita sebenarnya korban tidak ada sakit sama sekali. Bahkan pada pagi hari saat hari naas nya yakni Rabu, tetangga masih melihat korban bermain handphone dalam keadaan sehat.

Hanya saja, yang sakit saat itu adalah ibunya. Ia disebut kesurupan.

Kesurupan sang pelaku terjadi pada Selasa (14/5/2026). Saat itulah pintu rumah dan jendela terus tertutup.

"Setiap kali kami tanya itu suaminya selalu bilang, "itu tidak urusan mu. Pergi kau". Selalu seperti itu ngomong suaminya sama kami," kata Candra yang diamini warga lainnya.

Pada Selasa itu, seorang pekerja kebun tersebut bernama Udin, membantu tersangka. Katanya, si Udin ini bisa menyembuhkan hal-hal mistis tersebut.

Kecurigaan warga pun sirna kala informasi Udin yang menyebut pelaku kesurupan dan sedang diobati. Sehingga warga bisa memaklumi pintu rumah selalu tertutup.

Warga memang mendengar suara erangan kesakitan. Namun warga yakin itu suara si pelaku.

"Bukan suara korban. Suami pelaku. Karena katanya sedang diobatin kan," ujarnya.

Keesokan harinya, Rabu (14/5/2026), warga semakin curiga. Sebab pintu rumah tetap tertutup. Saat itu Udin tidak berada di dalam rumah pelaku.

"Tapi Udin bilang sedang diobati. Ada orang dijemput suaminya, katanya. Tapi saat kami dobrak itu, ngak ada orang lain. Hanya mereka saja," kata Dadang.

Dadang sempat memberi perintah kepada pekerja lain untuk menghentikan pekerjaan sekitar pukul 10.00 wib. Tujuannya agar warga bisa membantu keluarga tersebut.

Namun omongan Wahyu membuat warga mengurungkan niat membantu keluarga tersebut. Kata-kata, " itu tidak urusan mu. Pergi kau" membuat warga balik kanan.

Namun menjelang pukul 17.00 wib, warga memberanikan diri untuk mendobrak pintu. Saat itulah mereka temukan korban sudah diduduki sang ibu.

"Kami tarik pelaku itu dari korban. Memang susah," terang Dadang.

Warga juga menyaksikanwajah korban sudah lebam. Diperkirakan habis dipukul.

"Kami juga mengeluarkan rambut dari mulut korban. Entah apa yang terjadi sama korban dibuat pelaku itu," kata Herman Vijay, warga lainnya.

Saat pendobrakan itu, warga tidak ada melihat peralatan ataupun alat-alat untuk melakukan praktek mistis. 

Para tetangga korban pun sedikit menyesal. Sebab terlambat mendobrak pintu. Bila warga lebih cepat mendobrak pintu, korban diperkirakan bisa selamat.

"Sayang kali. Kalau lebih cepat lagi kami dobrak itu, bisa selamat itu korban," keluh warga dengan nada penyesalan.
Selasa malam (19/5/2026), warga sekitar pun menggelar tahlilan hari ke-7. Ini dilakukan untuk mengenang korban.(tribunpekanbaru). 

Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/tribunrohul/1105604/sosok-ibu-di-rohul-yang-aniaya-anaknya-hingga-meninggal-di-rohul

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.