Kamis, 14 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Ingat Anak yang Laporkan Ibunya ke Polisi di Siak? Kini Sepakat Berdamai.

Ingat Anak yang Laporkan Ibunya ke Polisi di Siak? Kini Sepakat Berdamai.

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 14 Mei 2026 14:28
Perselisihan keluarga antara seorang ibu rumah tangga dengan anak perempuannya di kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, akhirnya berujung damai.

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur kekeluargaan setelah menandatangani surat pernyataan perdamaian bersama.

Kesepakatan damai itu dibuat pada Rabu (13/5/2026) di rumah kepala dusun. Kesepakatan damai itudisaksikan sejumlah pihak, mulai dari penghulu kampung, Ketua RT, RK, kepala dusun, Bhabinkamtibmas, Kanit Reskrim Polsek Bungaraya.



Dalam dokumen perdamaian tersebut, pihak pertama tercantum atas nama Dede Rohiana (39), seorang ibu rumah tangga, warga kampung Bungaraya. Sedangkan pihak kedua adalah anak kandungnya sendiri,  V (14), seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas II SMP.

Kedua pihak menyatakan sepakat untuk saling memaafkan atas perselisihan dan konflik keluarga yang sebelumnya sempat mencuat.

Mereka juga berkomitmen memperbaiki hubungan keluarga serta tidak mengulangi tindakan yang dapat memicu persoalan serupa di kemudian hari.



“Dalam surat itu kami sepakat saling memaafkan atas segala perselisihan, kesalahpahaman dan konflik yang terjadi sebelumnya,” ujar V saat memberikan keterangan.

Tidak hanya itu, V juga menegaskan dirinya tidak ingin sang ibu diproses secara pidana ataupun dipenjara. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara damai demi masa depannya.



Menurut pengakuan V, persoalan yang terjadi sebenarnya bermula dari cekcok kecil antara dirinya dengan sang ibu saat berebut kunci sepeda motor pada malam hari.

“Waktu itu sudah malam, hampir pukul 23.00 WIB. Saya masih ingin keluar rumah, tetapi mama melarang. Karena itu kami sempat cekcok dan berebut kunci sepeda motor,” kata V.

Remaja itu menilai persoalan keluarga mereka kemudian berkembang menjadi lebih besar setelah adanya laporan hukum yang dibuat terhadap ibunya.

V mengaku awalnya sempat mengikuti ajakan ayahnya untuk mendukung laporan tersebut. Namun setelah menjalani kehidupan bersama sang ayah, ia mengaku mulai menyadari kondisi yang sebenarnya dan memilih kembali tinggal bersama ibunya.

“Awalnya saya termakan bujuk rayu papa untuk mendukung laporan itu. Tapi setelah saya coba tinggal bersama papa, saya merasa tidak mendapatkan teladan yang baik. Saya akhirnya sadar laporan itu tidak adil buat mama,” ujarnya.

Karena itu, V memutuskan kembali tinggal bersama ibunya di rumah kontrakan. Ia memilih menempuh jalur damai agar persoalan tersebut tidak berlanjut ke proses hukum.

“Saya tidak ingin mama dikasuskan. Dalam hal ini mama tidak salah. Itu alasan saya membuat surat damai dengan mama di hadapan Bhabinkamtibmas, Kanit Reskrim Polsek Bungaraya, Ketua RT, RK, kepala dusun dan penghulu kampung,” katanya.

Surat perdamaian itu telah ditandatangani di atas materai oleh kedua pihak. Ikut dibubuhi tanda tangan para saksi serta pengesahan pemerintah desa setempat.

“Alhamdulillah surat itu sudah kami tanda tangani bersama dan disaksikan banyak pihak. Saya berharap ini bisa menjadi pertimbangan penyidik dan membuka hati nurani semua pihak,”  (Tribunpekanbaru.)
Sumber: https://pekanbaru.tribunnews.com/riau-region/1105201/ingat-anak-yang-laporkan-ibunya-ke-polisi-di-siak-kini-sepakat-berdamai

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.